Beranda Aceh Guru di Pidie Dintruksikan Bina Khusus Siswa Buta Aksara

Guru di Pidie Dintruksikan Bina Khusus Siswa Buta Aksara

BERBAGI
Kadis Pendidikan Pidie, H Idami. (Foto/Muhammad Riza)

Sigli (Waspada Aceh) – Dinas Pendidikan, Kabupaten Pidie, menginstruksikan seluruh guru SD dan SMP lebih giat melakukan pembinaan terhadap siswa, yang belum mampu membaca, menulis dan menghitung.

Kepala Dinas Pendidikan Pidie, H Idami, Kamis (7/2/2019), mengungkapkan, pihaknya telah menginstruksikan kepada semua guru SD dan SMP di daerah itu, untuk memperhatikan secara khusus siswa yang tidak mampu membaca, menulis dan menghitung.

“ Terhitung 6 Februari 2019, kami telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh sekolah SD dan SMP di Pidie. Inti dari surat itu kami instruksikan kepada semua guru untuk lebih giat melakukan pembinaan khusus kepada siswa yang tidak mampu membaca, menulis dan menghitung,” katanya.

Menurut dia, sebelum surat edaran itu dikirimkan kepada seluruh sekolah. sebelumnya pihaknya telah melakukan pendataan di setiap sekolah tentang jumlah siswa yang tidak mampu membaca, menulis dan menghitung.

Berdasarkan data itu, para guru di sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Pidie telah menjalani instruksi terebut. Kata dia, pada saat masuk jam belajar para siswa, yang tidak mampu membaca, menulis dan menghitung dipisahkan dan dilakukan pembinaan di ruang khusus minimal satu jam.

“Anak-anak itu, satu jam tidak bergabung dan belajar dengan kawan-kawannya sekelas. Mereka diajarkan secara khusus di ruangan yang khusus pula,” katanya.

Cara itu dinilainya sangat jitu. Bahkan ada satu sekolah yang sebelumnya terdapat 16 siswa tidak mampu membaca, kini tersiswa empat orang yang belum mampu membaca.

“Sekolah itu melakukan pembinaan khusus sebelum adanya surat ederan ini. Sebenarnya ada beberapa sekolah lagi juga yang sudah berhasil. Ada sekolah yang tadinya ada enam siswa yang tidak mampu membaca, kini tersisa dua orang lagi. Perkembangan ini terus kami pantau,” papar Idami.

Idami mengungkapkan, dia tidak mau menutupi tentang kondisi masih adanya siswa SD dan SMP di daerahnya yang belum mampu membaca. Menurut dia, kendati merupakan momok memalukan bagi dunia pendidikan Pidie, tetapi tidak perlu ditutupi karena itu merupakan fakta dan realita yang perlu diselesaikan dengan cepat.

Ini menurut dia, karena dunia pendidikan bukan saja tanggung jawab pemerintah tetapi juga tanggungjawab semua elemen masyarakat. (b10)

BERBAGI