Gajah Serang Gajah, 3 Luka-luka

    BERBAGI
    Tim BBKSDA Aceh bersama warga terus berusaha menghalau kawanan gajah liar di kawasan pegunungan Keumala, Sakti, dan Mila, Kab, Pidie. (Foto/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Tiga ekor gajah yang sudah jinak, Midon, Afan dan Bakri, menderita luka-luka setelah diserang kawanan gajah liar di kawasan hutan pegunungan Kabupaten Pidie, Minggu (3/2/2019).

    Akibatnya, upaya penggiringan satwa ini untuk sementara dihentikan, sambil menunggu tiga ekor gajah jinak itu sembuh dari luka. Sekitar 40 ekor gajah liar menyerang gajah ini.

    Saiful Zuhri, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, kepada Waspada, Senin (4/2/2019), mengatakan, ketiga ekor gajah jinak yang menderita sakit itu, saat ini telah dibawa ke Sare, Aceh Besar, oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Aceh.

    Evakuasi ketiga ekor gajah jinak itu dilakukan dalam upaya menjalani pengobatan akibat trauma dan luka yang diderita saat bertugas menghalau kawanan gajah liar di kawasan pegunungan Mila, Sakti dan Keumala, Pidie.

    Menyusul, ketiga gajah jinak itu sedang dalam proses pengobatan, Saiful Zuhri menjelaskan, upaya penggiringan gajah liar itu masih tetap dilakukan oleh Tim BBKSDA Aceh. Mereka dibantu 13 warga setempat yang tergabung dalam wadah Masyarakat Peduli Konflik Gajah (MPKG).

    “Saat ini kawanan gajah liar berjumlah sekira 40 ekor, sudah berada di kawasan pegunungan Cot Sutui, Kecamatan Keumala, Pidie. Pergerakan gajah itu dipantau oleh warga yang terhimpun dalam MPKG,“ sebutnya.

    Saiful menjelaskan, sambil menunggu kondisi ketiga ekor gajah jinak itu membaik, BBKSDA Aceh saat ini juga sedang menyusun strategi lain. Juga karena kawanan gajah liar sangat aktif dalam melakukan serangan terhadap gajah jinak dan warga yang terlibat dalam penggiringan.

    Pemkab Pidie melalui BPBD setempat, ujarnya, juga ikut membantu kegiatan BBKSDA Aceh dalam melakukan penghalauan kawanan gajah liar ke dalam kawasan hutan Pidie.

    “Kita kemarin juga ada membantu menganggarkan dana senilai Rp 15 juta yang digunakan untuk membeli Marcon” katanya.

    Sebelumnya kelompok gajah liar berjumlah 40 ekor itu dilaporkan sempat mengobrak-abrik perkebunan warga di Kecamatan Keumala, Sakti dan Mila. Kawanan Gajah liar itu juga diduga pernah menginjak dua warga di kawasan itu. Akibatnya kini warga tidak berani pergi ke berkebunnya. (b10)

    BERBAGI