Dibangun 2016, Petani di Aceh Jaya Hanya Sekali Bisa Fungsikan Pompanisasi

    BERBAGI
    Lokasi pompanisasi yang berada di Desa Paya Santeut Kecamatan Darul Hikmah, Aceh Jaya, dikunjungi waspadaaceh.com, Senin (4/2/2019). (Foto/zammil)

    Calang (Waspada Aceh) – Meskipun sudah selesai dibangun pada tahun 2016, tapi sayangnya para petani di Desa Paya Santeut, Darul Hikmah, Aceh Jaya, hingga kini belum bisa memanfaatkan pompanisasi tersebut untuk mengairi persawahannya.

    Muslidar, 32 Tahun, Ketua Kelompok Tani Makmue Beusare Desa Paya Santeut, menyampaikan keluhan para petani kepada Waspadaaceh.com, Senin (4/2/2019).

    “Petani membutuhkan air untuk tanaman padi di sawah, sedangkan pompanisasi tidak bisa difungsikan,” kata Muslidar kepada waspadaaceh.com.

    Pompanisasi ini, lanjutnya, dibangun pada tahun 2016 dan sesudah serah terima dilakukan, pompanisasi ini baru sekali terpakai dan kini kondisinya sudah rusak. 

    Mulidar menambahkan, untuk menghidupkan pompanisasi perlu token listrik dan itu membutuhkan biaya besar. Sedangkan kelompok tani tidak memiliki kecukupan kas untuk biaya tersebut.

    “Sudah kami tes, token listrik sebesar 50.000 hanya untuk 2 jam pemakaian dan air yang berhasil dialirkan pun hanya 2 petak sawah saja,” tuturnya. 

    Bedasarkan hasil kesepakatan bersama, terangnya, mesin pompanisasi kini disimpan. Sedangkan tempat penampungan induk sudah rusak akibat dampak dari pekerjaan pembangunan tanggul sungai. 

    “Kami sudah berupaya menggantikan mesin pembantu untuk menormalkan kembali pengaliran air namun kendalanya tidak tersedianya gudang untuk penyimpanan mesin di lokasi,” tutupnya. 

    Sementara, Riswandi, Kasi Lahan dan Irigasi pada Dinas Pertanian Aceh Jaya kepada waspadaaceh.com menyampaikan, pihanya sudah menerima laporan dari petani perihal permasalaham itu dan dinas sedang mengupayakan solusinya. 

    “Insya Allah pada bulan 3 tahun ini kami akan turun ke lokasi untuk melakukan pendataan ulang dan selanjutnya akan kami upayakan pompanisasi ini berjalan normal kembali,” tuturnya. (zammil)

    BERBAGI