Beranda Aceh Desi Fitriani Sosialisasi Pemilu 2019 di Pidie

Desi Fitriani Sosialisasi Pemilu 2019 di Pidie

BERBAGI
Desi Fitriani, ketika sosialisasi Pemilu 2019 di Pidie. (Foto/Ist)

Pidie (Waspada Aceh) – Calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI, Desi Fitriani, sosialisasi tentang tatacara pencoblosan dan pengenalan warna kertas suara kepada masyarakat di Desa Ceurih Cot Kecamatan Delima Kabupaten Pidie, Senin (4/2/2019).

Desi ditemani Caleg anggota DPRK Pidie dari Partai Daerah Aceh (PDA) Rauna Mahfud. Pada sosialisasi itu, Desi masih menemukan begitu banyak masyarakat yang belum paham dan bingung terhadap tatacara pencoblosan.

Dari sosialisasi di empat kabupaten, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie Jaya dan Pidie, banyak calon pemilih di gampong (desa) mengaku masih bingung tentang cara mencoblos. Hal itu terjadi lantaran kertas suara tidak dicantumkan foto, hanya nama dan nomor uru

“Kebanyakan masyarakat lanjut usia dan ibu ibu yang saya datangi, mereka masih bingung cara mencoblos . Bahkan sebagian orang tua mengaku mereka tidak bisa melihat jelas nama dan nomor caleg di kertas suara,” kata Desi. Selain itu, masih ada masyarakat yang tidak bisa membaca.

“Kami bingung nanti waktu mau mencoblos itu, karena kami yang sudah tua ini sudah tidak bisa jelas melihat. Enggak tahu mana orang yang ingin kami pilih,” ujar seorang warga setempat saat sosialisasi berlangsung.

Selain itu, masyarakat juga kebingungan terhadap beberapa jenis kertas suara. Mereka takut salah ketika ingin memilih seseorang calon anggota legislatif, mana yang DPRK, DPRA, DPR RI, DPD RI mau pun presiden.

“Jangan ibu cari nama Desi misalnya di kertas suara warna hijau, tidak ada nama Desi di situ, karena itu kertas suara untuk calon anggota DPRK. Desi kertas suaranya warna kuning. Sedangkan presiden warna abu-abu, DPR Aceh warna biru, dan DPD RI warna merah. Itu yang perlu ibu-ibu dan nenek-nenek di sini ingat,” jelas Desi.

Meski mengalami kendala seperti itu, Desi berharap masyarakat semuanya tetap memilih dan datang ke TPS pada hari pemungutan suara.

“Jangan sampai masyarakat melewatkan kesempatan untuk menyalurkan hak demokrasi. Satu suara menentukan nasib bangsa dan kesejahteraan masyarakat Aceh,” tegas Desi yang juga jurnalis senior non aktif .

Desi mengingatkan masyarakat agar tidak golput (golongan putih). Dia mengharapkan semua memberi hak suara, karena sangat penting untuk caleg, untuk bangsa, untuk kesejateraan Aceh.

Dalam sosialisasinya Desi berharap, di tahun ini ada anggota DPR RI perempuan Aceh yang menembus Senayan. Karena lebih dari 10 tahun terakhir tidak ada caleg perempuan Aceh yang tampil ke Senayan . Dari 13 kursi DPR RI tidak ada satupun kursi untuk perempuan Aceh. (Ria)

BERBAGI