Beranda Aceh Mengendarai Motor Trail, Bupati Bener Meriah Jenguk Warga

Mengendarai Motor Trail, Bupati Bener Meriah Jenguk Warga

BERBAGI
Tgk. Syarkawi dengan mengunakan trail menjejah kawasan perkampungan di 3 kecamatan di Kabupaten Bener Meriah. (Foto/Dok/Waspada).
Tgk. Syarkawi dengan mengunakan trail menjejah kawasan perkampungan di 3 kecamatan di Kabupaten Bener Meriah. (Foto/Dok/Waspada).

Redelong (Waspada Aceh) – Begitu banyak kasawan di Kabupaten Bener Meriah yang masih sulit dilalui kenderaan roda empat, apalagi di musim penghujan, memaksa Plt Bupati Tgk Syarkawi, harus mengendarai sepeda motor ketika mengunjungi warganya yang ada di pelosok pedesaan.

Sebagai contoh yang dilakukan bupati ini ketika mengunjungi tiga kecamatan, yaitu Timang Gajah, Gajah Putih dan Pintu Rime Gayo. Sehari penuh pada Sabtu (2/2/2019) Syarkawi menerobos area perbukitan, hutan, melintasi kebun kopi dan menyusuri lembah, untuk bisa sampai di desa-desa tersebut.

“Saya mau menyapa saudara saya dan menjenguknya. Karena medannya agak berat dan sulit dilalui kenderaan roda empat, kami menggunakan sepeda motor,” sebut Syarkawi ketika diminta keterangnnya oleh Waspadaaceh.com, Senin (4/2/2019).

Abuya, panggilan akrab Bupati Bener Meriah ini, beserta rombongan menyempatkan diri singgah di rumah Muhammad Amin RG Aman Sengeda,72, warga Dusun Transat Kampung Arul Gading.

Rumah Muhammad Amin rata dengan tanah akibat dirusak kawanan gajah liar. Kemudian rumah ini juga hangus terbakar akibat arus pendek, sehingga seluruh isi rumah menjadi abu.

Lelaki tua ini mengatakan kepada Bupati, Syarkawi, selama ini dia tinggal bersama istrinya dan mengolah lahan di kebunnya. Umur tanaman kopinya baru setahun.

untuk menopang hidup sembari menunggu kopi berbuah, dia mengandalkan tanaman tumpang sari berupa cabe dan sayur mayur, dengan mengunakan gerobok dia menjualnya di Alur Gading.

Mendengar pengakuan itu, Plt Bupati menyerahkan bantuan agar Amin dapat kembali beraktifitas, membeli grek (gerobak) untuk membawa sayur hasil pertaniannya. Selain itu bupati juga memberikan bantuan berupa alat pertanian.

“Banyak persoalan yang dihadapi masyarakat di lapanga, kita berupaya menginventarisir semuanya. Akan kita bahas nanti mana yang skala prioritas dan didukung dengan ketersediaan anggaran,” sebut Syarkawi.

Dari hasil kunjungan ke lapangan dengan sepeda motor, sebut Abuya, bukan hanya melihat langsung bagaimana keadaan masyarakat di lapangan, namun banyak pula masukan yang mengharuskan dia melakukan kajian ulang, sebut Syarkawi.

“Kita akan coba mengaktifkan peran semua lembaga dalam membantu masyarakat kita. Misalnya mereka masih dibalut dengan kemiskinan, kita kerahkan Baitul Mal untuk membantunya. Sementara bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani, kita kerahkan pendamping untuk membekali mereka agar lebih maju,” sebut Syarkawi. (b32)

BERBAGI