15 dari 51 TKA asal Cina Bekerja Kembali di Aceh

    BERBAGI
    Kepala Seksi (Kasi) Pengawas Norma Kerja Disnaker Aceh, Ichwan. (Foto/akbar)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – 15 Dari 51 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina, diberikan kewenangan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Aceh untuk bekerja kembali di PT Semen Indonesia (sebelumnya PT Lafarge Holcim) Lhok Nga, Aceh Besar, setelah perusahaan tersebut melengkapi dokumen ketenaga-kerjaannya.

    Kepala Seksi (Kasi) Pengawas Norma Kerja Disnaker Aceh, Ichwan, saat di konfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin (4/2/2019), menyebutkan, Disnaker sudah melihat komitmen perusahaan untuk melakukan perbaikan RPTKA dan dokumen IMTA sudah ada. Artinya, pengakuan dari Kementerian Tenaga Kerja sudah sah.

    “Kewenangan yang kami berikan kepada 15 tenaga kerja asing (TKA) ini untuk kembali bekerja, karena perusahaan mau memperbaiki dokumen. Saya pikir, kita kedepankan kepentingan yang lebih besar,” ujar Ichwan.

    Berita Terkait: Dikawal Petugas, 51 TKA Cina Tinggalkan Aceh

    Ichwan menjelaskan, permasalahan yang terjadi di PT Lafarge Holcim beberapa waktu, sebenarnya tidak diinginkan Disnaker. Tapi bila memang dokumennya tidak lengkap, maka konsekuensi logisnya harus ada tindakan.

    “Kami tidak ingin menghentikan operasional, efeknya besar sekali. Sebagai pengawas, kami mendorong perbaikan dokumen, agar mereka legal masuk ketempat kita,” imbuhnya.

    Ichwan juga menerangkan, keberadaan TKA itu suatu kebutuhan sebagai tenaga ahli tekhnologi. Karena peralatan dan teknologi yang digunakan PT Lafarge Holcim (Semen Indonesia) menggunakan teknologi mereka.

    “Kami pastikan, yang boleh masuk di lokasi kerja 15 orang. Menurut perhitungan kami, 15 orang TKA cukuplah. Sisanya, kita lihat kebutuhan operasional,” ungkapnya.

    Sebelumnya, pada Januari 2019, sedikitnya 51 TKA asal Cina yang bekerja di perusahaan semen tersebut, dipaksa harus meninggalkan wilayah hukum Aceh, karena dokumen kerjanya dinilai tidak lengkap oleh Dinas Tenaga Kerja Aceh. (akbar)

    BERBAGI