Bangunan SDN Blok Sawah Terbengkalai, Komisi E DPRK Pidie “Meradang”

    BERBAGI
    Bangunan gedung SDN Blok Sawah, Kota Sigli, yang dibangun menggunakan dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) 2017, sampai sekarang terlihat masih terbengkalai. (Foto/Muhammad Riza)
    Bangunan gedung SDN Blok Sawah, Kota Sigli, yang dibangun menggunakan dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) 2017, sampai sekarang terlihat masih terbengkalai. (Foto/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Khairil Syahrial “meradang” melihat bangunan gedung SDN Blok Sawah, Sigli, masih teronggok terbengkalai.

    Hal itu ditemukan saat Komisi E DPRK Pidie sidak ke lokasi bangunan gedung SDN Blok Sawah, di Gampong Blok Sawah, Kota Sigli, Jumat (1/2/2019).

    Politisi Partai Gerendra, Pidie, tersebut mengungkapkan rasa kekecewaanya terhadap kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, yang menurutnya kurang becus dalam mengelola Dana Alokasi Khusus Aceh (Doka) 2017 untuk pembangunan gedung sekolah di daerah itu.

    Kata dia, dapat dilihat dari proyek bagunan gedung SDN Blok Sawah, yang sampai sekarang masih terlihat beberapa bangunan yang telah didirikan, teronggok tak dilanjutkan. Sementara, sebut dia, pagar perkarangan sekolah itu telah siap dan tanah telah ditimbun.

    ”Kami dari Komisi E DPRK Pidie sangat kecewa, dan ini menandakan kinerja Pemerintah Aceh memang tidak serius terhadap pendidikan. Mestinya 2019, SD Blok Sawah, Kota Sigli ini sudah dapat menerima siswa . Tapi kenyataanya masih seperti ini,” kata Khairil Syahrial, saat melakukan kunjungan ke lokasi proyek SDN Blok Sawah, Jumat (1/2/2019).

    Menurut dia, bangunan gedung SD Blok Sawah itu dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DOK) 2017, tetapi dia tidak ingat total jumlah dana yang digelontorkan untuk pembangunan gedung sekolah tersebut.

    Padahal, sebut dia, pada 2018 telah dialokasikan dana untuk penyelesaian enam ruang kelas senilai Rp2,2 miliar. Namun karena alasan perubahan aturan dan sebagainya, pembangunan itu tidak dilanjutkan hingga menyebabkan dana itu silpa.

    “Yang terlihat sekarang lahan sudah ditimbun, dan ada bangunan kelas belum siap. Inilah resiko ketika anggaran dikelola oleh Pemerintah Aceh, dan ini bagian dari permasalahan yang sering kita bicarakan,” tandasnya (b10)

    BERBAGI