Beranda Wisata & Travel “Gajah Ramah” di Aceh Jaya Jadi Perhatian Wisatawan

“Gajah Ramah” di Aceh Jaya Jadi Perhatian Wisatawan

BERBAGI
Mahout (petugas penjaga gajah ) sedang melayani pengunjung yang sedang bermain bersama gajah di seputaran Camp CRU Sampoiniet, Aceh Jaya, Kamis (31/1/2019). (Foto/Zammil)
Mahout (petugas penjaga gajah ) sedang melayani pengunjung yang sedang bermain bersama gajah di seputaran Camp CRU Sampoiniet, Aceh Jaya, Kamis (31/1/2019). (Foto/Zammil)

Calang (Waspada Aceh ) – Gajah jinak di Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet tepatnya di Desa Ie Jeureungeh Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, telah mampu mengundang perhatian masyarakat, khususnya wisatawan.

Gajah jinak atau “gajah ramah” ini menarik banyak orang untuk berkunjung ke lokasi tersebut. Pada saat hari libur akhir pekan, wisatawan lokal mau pun mancanegara, tampak berkunjung ke lokasi ini.

“Kami sangat menikmati bisa secara langsung bermain bersama gajah. Selain jinak, keberadaan mamalia besar ini bisa diajak bermain bersama,” kata Abdul Manan, salah satu pengunjung kepada Waspadaaceh.com, Kamis (31/1/2019).

Mahot (petugas penjaga gajah) sedang membersihkan dan melakukan pengecekkan kondisi gajah sebelum diajak bermain bersama pengunjung, Kamis, (31/1/2019). (Foto/Zammil).
Mahot (petugas penjaga gajah) sedang membersihkan dan melakukan pengecekkan kondisi gajah sebelum diajak bermain bersama pengunjung, Kamis, (31/1/2019). (Foto/Zammil).

Saat mendengar sebutan gajah, lanjutnya, tergambar di pikiran adalah binatang yang menakutkan. Tetapi kenyataannya, di Aceh Jaya berbeda. Gajah – gajah di sini sangat ramah dan wisatawan bisa menungganginya, terangnya.

Marhaban Isnan, salah seorang pengunjung lainnya kepada Waspadaaceh.com juga menyampaikan, di lokasi itu tidak hanya bisa melihat gajah, tapi sebagai tempat konservasi.

Sementara, Taslim salah satu mahout (petugas penjaga gajah) di CRU Sampoiniet menyampaikan, CRU resmi berdiri Juli 2008. Empat ekor gajah jinak yang berasal dari Pusat Pelatihan Gajah (PLG) Saree, Kabupaten Aceh Besar, didatangkan ke CRU untuk mencegah konflik satwa liar dengan warga.

“Keempat gajah ini bernama Issabella, Ollo, Azis, Johanna. Dia bersama teman-temannya yang lain siap memandu pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan gajah,” tuturnya.

Taslim menambahkan, saat ini di CRU Sampoiniet memiliki empat orang mahout, empat asisten mahout dan 16 orang ranger

“Selain mengatasi konflik gajah dengan manusia, kami juga bertugas menangani wisata edukasi,” ungkap pria yang akrab disapa Dek Gam ini. (zammil).

BERBAGI