Beranda Aceh Tabloid Indonesia Barokah Sempat Beredar di Pondok Pesantren Aceh Selatan

Tabloid Indonesia Barokah Sempat Beredar di Pondok Pesantren Aceh Selatan

BERBAGI
Paket kiriman berisi tabloid Indonesia Barokah yang sudah sampai di Kantor Pos Tapaktuan. (Foto/Faisal)
Paket kiriman berisi tabloid Indonesia Barokah yang sudah sampai di Kantor Pos Tapaktuan. (Foto/Faisal)

Tapaktuan (Waspada Aceh) – Tabloid Indonesia Barokah sempat beredar di sejumlah Pondok Pesantren di Kecamatan Tapaktuan dan Labuhahaji, Kabupaten Aceh Selatan. Namun kemudian ditarik kembali oleh pihak Kantor Pos.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Pos Tapaktuan, Alex Ariadi, di ruang kerjanya, Rabu (30/1/2019) di Tapaktuan, ketika wartawan mengonfirmasi ulang terkait beredarnya Tabloid Indonesia Barokah.

Alex Ariadi menjelaskan, paket berisi tabloid Indonesia Barokah tersebut sampai di Kantor Pos Tapaktuan pada Sabtu 26 Januari 2019. Masing-masing, Pos Tapaktuan sebanyak 16 amplop, Pos Subulussalam 3 amplop, Pos Aceh Singkil 1 dan Pos Abdya 2 amplop.

Kepala pos Tapaktuan memberi keterangan kepada wartawan, (Foto/Faisal)
Kepala pos Tapaktuan memberi keterangan kepada wartawan, (Foto/Faisal)

“Jadi seluruhnya berjumlah 22 amplop, dan sempat kita edarkan ke sejumlah alamat yang tertera di amplop. Namun, berdasarkan pentunjuk dari Kantor Pos Regional Sumatera Utara yang telah beredar kita tarik kembali,” jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, seluruh paket masih diamankan di Kantor Pos Tapaktuan sambil menunggu petunjuk selanjutnya dari Kantor Pos Regional.

“Yang sempat diedarkan di Ponpes Terpadu Jabal Rahmah Tapaktuan dan di Labuhanhaji, telah kita tarik kembali,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Aceh Selatan, Baiman Fadhli, SH, menjelaskan bahwa Panwaslih tidak berwenang mengamankan tabloid tersebut.

Hanya saja investigasi dilakukan Anggota Panwaslih ke Kantor Pos Tapaktuan berdasarkan instruksi Bawaslu Pusat Nomor 0187/K. Bawaslu/ PM.06.00/1/2019 terkait antisipasi beredarnya tabloid Indonesia Barokah.

“Hasil investigasi kami, benar bahwa tabloit tersebut sempat beredar di dua lokasi terpisah. Namun kita pastikan di dua tempat itu telah ditarik kembali oleh pos Tapakatuan,” pungkasnya.(Faisal)

BERBAGI