Beranda Wisata & Travel Tak Ada Hotel, Bener Meriah Bangun Homestay

Tak Ada Hotel, Bener Meriah Bangun Homestay

BERBAGI
Plt Bupati Bener Meriah, Syarkawi. (Foto/Ist)
Plt Bupati Bener Meriah, Syarkawi. (Foto/Ist)

Redelong (Waspada Aceh) – Negeri penghasil kopi, Kabupaten Bener Meriah, sampai saat ini belum memiliki hotel. Para tamu harus menginap di hotel yang ada di Takengon, Aceh Tengah.

Padahal ibukota Bener Meriah, Redelong, selain sebagai pusat pemerintahan, juga tak jauh dari Bandara Rembele. Negeri yang subur dengan hamparan kopi ini sudah saatnya memiliki penginapan, minimal homestay yang dikelola langsung oleh masyarakat.

Jarak Takengon – Redelong, sekitar 17 kilometer. Walau waktu tempuh antara 25 – 30 menit, Bener Meriah tentunya harus pula memiliki hotel, kata Tgk.Syarkawi, Plt.Bupati Bener Meriah, menjawab pertanyaan Waspadaaceh.com, Selasa (29/1/2019).

“Bener Meriah memang daerah lintasan antara kabupaten induk, Aceh Tengah dengan kabupaten Bireun, serta Aceh Utara, Lhokseumawe. Karena lintasanya dekat, dalam hitungan jam dan menit, ada yang berpikir di sini belum perlu hotel,” sebut Syarkawi via seluler.

Plt Bupati Bener Meriah menyebutkan, sudah saatnya di negeri itu ada hotel. Minimal home stay yang dikelola langsung oleh masyarakat. Bila ada agenda besar di Bener Meriah, peserta yang datang dari luar daerah, bisa menginap di homestay tersebut.

Syarkawi menyebutkan, desa-desa yang berada di seputaran Bandara harus membangun home stay, dengan konsep syariat Islam. Untuk tahap awal tidak perlu banyak, cukup dibangun 30 home stay (kamar) yang langsung dikelola desa, sebut Syarkawi.

Dana desa bisa dipergunakan untuk membangun home stay. Pembangunanya dilakukan bersama-sama oleh masyarakat beberapa desa di seputaran Bandara Rembele. Ada 30 home stay yang dibangun, dan terisi hanya sekitar 30 persen dalam setahun.

Bupati menjanjikan akan mengajak para aparatur kampung desa yang berada di seputaran bandara, untuk urung rembuk. Membicarakan pembangunan home stay melalui Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) atau di sana lebih dikenal dengan BUMK (Badan Usaha Milik Kampung).

Home stay di perumahan penduduk ini memiliki nilai plus. Bukan hanya untuk desa, namun untuk penginap. Selain dekat dengan pusat pemerintahan Bener Meriah, mereka juga akan bersentuhan langsung dengan masyarakat, sebut Syarkawi. ( b32).

BERBAGI