Beranda Sumut Sri Wahyuni dan Chairil Hudha, Pimpin Forda UKM Sumut 2019-2022

Sri Wahyuni dan Chairil Hudha, Pimpin Forda UKM Sumut 2019-2022

BERBAGI
Pengurus Forda UKM Sumut terpilih, diantaranya Sri Wahyuni Nukman (ketua), Chairil Hudha (sekretaris) dan pengurus lainnya. (Foto/T/Bobby Lesmana)
Pengurus Forda UKM Sumut terpilih, diantaranya Sri Wahyuni Nukman (ketua), Chairil Hudha (sekretaris) dan pengurus lainnya. (Foto/T/Bobby Lesmana)

Medan (Waspada Aceh) – Sri Wahyuni Nukman terpilih secara aklamasi untuk memimpin Forda UKM Sumatera Utara periode 2019 -2022 dalam Konferensi Daerah Luar Biasa (Konferdalub) yang digelar di Medan, Kamis (17/1/2019).

Mendampingi Sri Wahyuni Nukman, terpilih sebagai Sekteratis, Chairul Huda, serta Juniati sebagai Bendahara Forda UKM (Forum Daerah Usaha Kecil dan Menengah) Sumut.

Acara Konferdalub dipandu pimpinan sidang Nurhalim Tanjung ini, sekaligus mengganti kepengurusan sebelumnya dan mengganti Ketua Forda UKM, Lie Ho Pheng, yang mengundurkan diri sebelum berakhir masa tugasnya.

Serahterima kepengurusan Forda UKM Sumut, dari Lie Ho Pheng kepada ketua terpilih, Sri Wahyuni Nukman, diampingi pengurus T.Bobby Lesmana. (Foto/Ist)
Serahterima kepengurusan Forda UKM Sumut, dari Lie Ho Pheng kepada ketua terpilih, Sri Wahyuni Nukman, diampingi pengurus T.Bobby Lesmana. (Foto/Ist)

Usai terpilih, Sri Wahyuni Nukman mengaku, amanah yang diembannya sebagai ketua cukup berat. Sehingga membuatnya nanti harus lebih fokus dalam menjalankan Forda UKM dengan baik.

Dia bertekad untuk meneruskan roda organisaisi dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan kampanye advokasi kebijakan, agar nantinya pelaku usaha bisa menjalankan bisnisnya dengan aman dan nyaman.

Program ke depannya, kepengurusan Forda UKM Sumut akan fokus dalam melakukan sosialiasi, agar pelaku usaha benar-benar menjalankan bisnis secara beretika dan benar. Di samping itu juga akan memperluas jaringan bisnis.

“Kedepan selain penguatan jaringan bisnis, fokus kita tetap pada bidang advokasi, sosialisasi dan peningkatan sumber daya manusia,” ujar Sri Wahyuni Nukman.

Dia menambahkan, saat ini wadah tersebut memiliki banyak anggota dengan berbagai ragam sektor usaha. Kedepan jumlah ini ditargetkan akan terus bertambah.

Pada kesempatan itu, Founder Forda UKM Sumut, dr.Sofyan Tan yang hadir pada acara itu menyebutkan, kehadiran forum tersebut awalnya untuk membangun UKM yang lebih kuat. Forda UKM, ujar Sofyan, kala itu didirikan sekira tahun 1997 oleh para pengusaha UMKM.

Sebab di masa itu, ujar pendiri Forda UKM ini, persoalan usaha selalu diurus oleh pejabat pemerintah, bukan pengusaha. Sehingga persoalan pengusaha UKM tidak teraspirasikan. Bahkan persoalan-persoalan UMKM cnderung terabaikan, padahal UMKM menjadi penyokong ekonomi saat Indonesia mengalami krisis ekonomi.

Sofyan Tan yang pernah menjabat Ketua Forda UKM Sumut dan Ketua Forum Nasional UKM ini, mengaku, saat menjadi seorang pengusaha dia menjadi paham dan mengerti, jika dalam membangun usaha banyak sekali hambatan yang dihadapi. Untuk itulah forum ini dibentuk menjadi wadah untuk memperjuangkan UKM lebih baik.

Sebelum digelar Konferdalub, Lie Ho Pheng, ketua sebelumnya, dalam sambutannya menyebutkan, Forda UKM selama ini fokus membela pelaku UKM. Pilihannya untuk mengundurkan diri disebabkan adanya kesibukan dan urusan yang hendak dia diselesaikan dan hal itu harus fokus.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Forda UKM Riau, Ketua Forda UKM Tebingtinggi, Ketua Forda UKM Serdang Bedagai, Ketua Forda UKM Deliserdang, Ketua Forda UKM Langkat, serta tamu dan undangan lainnya. (T.Bobby Lesmana)

BERBAGI