Beranda Opini Melambungnya Harga Tiket, “Jauhkan” Jarak Banda Aceh – Jakarta

Melambungnya Harga Tiket, “Jauhkan” Jarak Banda Aceh – Jakarta

BERBAGI
Sebuah maskapai swasta mengumumkan delay hingga lebih 2 jam pada penerbangan rute Batam - Medan, menjelang tahun baru 2019. (Foto/Al-farizi)
Sebuah maskapai swasta mengumumkan delay hingga lebih 2 jam pada penerbangan rute Batam - Medan, menjelang tahun baru 2019. (Foto/Al-farizi)

Banda Aceh – Gonjang-ganjing harga tiket pesawat yang semakin mahal, tampaknya akan terus menghiasi status di hampir semua jenis media sosial dan menjadi laporan utama di media-media mainstream di Indonesia.

Pasalnya, kenaikan harga tiket antar kota di Indonesia tersebut dinilai tidak wajar. Bahkan sebuah perusahaan penerbangan swasta nasional, Lion Air, melalui biro perjalanan hari ini mematok harga hingga Rp2.523.800 sekali terbang dari Banda Aceh – Jakarta, untuk hari Senin, 14 Januari 2019.

Para penumpang pesawat tampak bersabar menunggu pesawat swasta yang delay lebih 2 jam, pada penerbangan Batam - Medan, di Bandara Hang Nadim Batam, seminggu menjelang tahun baru 2019. (Foto/Al-farizi)
Para penumpang pesawat tampak bersabar menunggu pesawat swasta yang delay lebih 2 jam, pada penerbangan Batam – Medan, di Bandara Hang Nadim Batam, seminggu menjelang tahun baru 2019. (Foto/Al-farizi)

Sebaliknya, markapai penerbangan asing, Air Asia + Lion Air, menawarkan harga jauh lebih murah, yaitu hanya Rp1.058.800, meski harus melalui (transit) di Kualalumpur, Malaysia. Tapi bagi konsumen dengan keuangan terbatas, akan lebih memilih penerbangan Banda Aceh – Kualalumpur – Jakarta, karena setidaknya bisa menghemat pengeluaran Rp1 juta lebih.

Mahalnya harga tiket sejak menjelang Natal 2018 hingga saat ini, telah menggugah Nadya Wulandari, untuk membuat petisi berjudul ‘Turunkan Harga Tiket Domestik.’ Wanita ini tak menyangka bila harga tiket domestik begitu melambung tinggi. Seperti harga tiket Jakarta – Pontianak, yang tadinya sekitar Rp300 ribuan – Rp400 ribuan, menjadi sekitar Rp800 ribuan.

Selain itu, sedikitnya 72 ribu konsumen (pelanggan) penerbangan domestik, juga telah menyampaikan keluhan dan keberatannya terkait dengan mahalnya harga tiket. Keberatan itu mereka sampaikan melalui situs Change.org.

Semakin “Jauhkan Jarak” antar Banda Aceh – Jakarta

Seorang jurnalis, Fahmi Mada, secara implisit (samar-samar) melalui tulisannya di medsos mengingatkan pemerintah, bahwa tingginya harga tiket pesawat untuk rute Banda Aceh – Jakarta, telah membuat jarak antar pusat dan daerah “semakin jauh” . Semakin “ jauhnya jarak” antara Banda Aceh – Jakarta, hendaknya jangan dipandang remeh oleh pusat.

Hal itu tak hanya soal mahalnya tiket penerbangan Banda Aceh – Jakarta, tapi lebih dari kepada soal pelayanan dan perhatian Jakarta kepada rakyat Aceh. Sekalipun sebenarnya rakyat Aceh tak kehilangan akal untuk mengatasi mahalnya harga tiket, yakni dengan menggunakan markapai asing, Air Asia. Walau harus melewati rute memutar melalui Bandara Kuala Lumpur, Malaysia – tapi bagi penumpang asal Aceh hal itu bukan masalah – bahkan mereka bisa menikmatinya.

Ada banyak kritikan yang dilontarkan anggota masyarakat terhadap pemerintahaan sekarang. Salah satunya tentu tentang tingginya harga tiket pesawat domestic. Tapi di sisi lain, ada yang menilai harga tiket penerbangan kota-kota di Indonesia ke luar negeri (LN) justru lebih murah.

“Itu artinya, kita semakin ‘jauh’ dari kota kita sendiri di Indonesia. Tapi sebaliknya kita kok semakin ‘dekat’ dengan Singapura, Kualalumpur, Bangkok, Hongkong dan kota-kota lain di luar negeri,” celetuk Halim, salah seorang traveler.

Terkait dengan tingginya harga tiket domestik, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, diberitakan sudah meminta maskapai penerbangan untuk menertibkan masalah kenaikan tarif dalam 1-2 hari mendatang.

Dia pun mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan pejabat maskapai terkait. Pasalnya, mahalnya harga tiket pesawat telah memicu perdebatan tidak sehat di kalangan masyarakat di Indonesia, terutama yang tinggal di daerah.

Sebagaimana dilaporkan CNNIndonesia.com, bahkan Budi menyebut kenaikan tarif penerbangan dalam negeri sudah dalam tahap memprihatinkan.

“Transportasi udara, kita melihat secara global. Saya prihatin dengan adanya tarif-tarif yang relatif mahal. Saya hari ini jam sebelas memanggil semua dirut. Saya akan pertanyakan, ‘Mengapa Anda menaikkan (tarif)?’,” kata Budi saat ditemui di Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (13/1/2019). (al-farizi)

BERBAGI