Beranda Aceh Harga Tiket Pesawat “Selangit,” Warga Aceh Gunakan Paspor ke Jakarta

Harga Tiket Pesawat “Selangit,” Warga Aceh Gunakan Paspor ke Jakarta

BERBAGI

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Tingginya harga tiket sejumlah maskapai penerbangan di Aceh, membuat warga di provinsi ujung pulau Sumatera ini, harus mengurus paspor karena memilih jalur transit melalui negara tetangga, Malaysia atau Singapura untuk menuju Jakarta.

Perihal ramainya warga yang memilih jalur transit di negeri jiran, dibenarkan oleh Muhammad Hatta, Kepala Seksi Lalulintas Keimigrasian kantor Imigrasi Banda Aceh, kepada Waspada, Sabtu (12/1/2018).

Menurutnya, pada hari biasa, setiap hari mereka mengeluarkan paspor baru rata-rata 150 hingga 170 paspor, untuk tujuan wisata dan umroh. Namun, lanjutnya, sejak awa Januari 2019, terjadi peningkatan hingga 200 paspor setiap harinya.

Saat diwawancara petugas, kata Hatta, kebanyakan warga yang mengurus paspor baru beralasan untuk transit di Malaysia atau Singapura. “Alasan warga mengurus paspor karena tiket mahal, sehingga ambil rute transit di negeri jiran,” ungkapnya.

Umumnya, terang Hatta, warga yang mengurus paspor untuk tujuan transit kebanyakan berlatar-belakang pedagang atau pelajar yang sekolah di luar Aceh. “Kebanyakan yang mengurus paspor untuk transit adalah pelajar dan pedagang,” sebutnya.

Imigrasi Banda Aceh sendiri, kata Hatta, hingga tanggal 19 Januari 2019, membuka pelayanan pada hari Sabtu. Selain untuk mengantisipasi lonjakan warga yang mengurus paspor, pelayanan kantor di hari libur dalam rangka hari keimigrasian, terangnya.

Hatta memprediksi, jika harga tiket terus melambung dan tidak ada penurunan, dapat dipastikan akan lebih banyak lagi warga yang akan mengurus paspor. “Kalau tiket gak turun, pasti lonjakan pengurusan paspor akan terus berlanjut,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komsi VI DPR RI asal pemilihan Aceh, Fadhlullah, menyatakan, tarif transportasi udara yang diberlakukan oleh maskapai penerbangan harus berpihak kepada masyarakat, dan tidak memberatkan calon penumpang.

Untuk itu, katanya, dia meminta Kementerian Perhubungan dan pihak maskapai untuk merasionalkan jarak tempuh, dan harga tiket yang berlaku.

Akibatnya mahalnya harga tiket tersebut, kata Dek Fadh, sapaan akrab Fadhlullah, banyak warga Aceh mengambil rute penerbangan ke negeri jiran yakni Malaysia untuk bertolak ke Jakarta atau daerah lainnya.

Karena itu, katanya, Kementerian Perhubungan harus tegas untuk memantau dan mengatur tarif angkutan udara, sehingga harga tiket tetap dijual dengan harga batas dan standar wajar. (cho)

BERBAGI