Sikapi Keluhan Nelayan soal BBM, Bupati Irfan TB Panggil Pertamina 

    BERBAGI
    Bupati Aceh Jaya T.Irfan TB dan dinas terkait, ketika mengadakan pertemuan dengan Pertamina dan unsur nelayan. (Foto/Ist)
    Bupati Aceh Jaya T.Irfan TB dan dinas terkait, ketika mengadakan pertemuan dengan Pertamina dan unsur nelayan. (Foto/Ist)

    Calang (Waspada Aceh) – Bupati Aceh Jaya, T.Irfan TB, Rabu hari ini (9/2019), melakukan pertemuan dengan pihak Pertamina membahas keluhan para nelayan  atas sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar bersubsidi.

    “Kita telah melakukan pertemuan dengan  Bupati Aceh Jaya, Sekda, Dandim, Komisi C DPRK, Kasat Intel Polres Aceh Jaya, para SKPK terkait dan perwakilan Panglima Laot, membahas permasalahan sulitnya mendapatkan BBM solar,” kata Dimas, Sales Executive BBM IV Pertamina Aceh kepada waspadaaceh.com.

    Dimas menambahkan, keluhan masyarakat dari berbagai pihak yang selama ini mengatakan BBM langka itu sebagai salah persepsi. BBM khususnya solar subsidi, ujarnya, di lapangan tetap tersedia.

    “Walaupun ada beberapa SPBU yang dikenakan sangsi terkait penyalahgunaan yang dilakukan oleh pihak SPBU tersebut,” ujarnya.

    Adanya sanksi terhadap SPBU, katanya, karena adanya pihak yang melakukan penyelewengan. Pihak Pertamina mengalihkan BBM ke SPBU lainnya yang tidak terkena sanksi.

    “Jika dikatakan solar selama ini langka, itu tidak benar, karena penyaluran solar dari Pertamina masih normal tanpa adanya pengurangan kuota. Penyaluran BBM khususnya solar seperti di bulan Desember tetap normal seperti biasa,” tegas Dimas.

    Kedepan, ujarnya,  mengenai pengambilan solar terutama yang menggunakan jerigen di SPBU, bagi konsumen atau masyarakat seperti pertani dan nelayan, wajib ada rekomendasi dari pihak terkait. Tujuannya agar tidak ada penyelewengan untuk kepentingan lainnya.

    Penyaluran BBM sudah diatur oleh Peraturan Presiden Nomor No. 191 Tahun 2014 tentang pengambilan BBM menggunakan jerigen.

    “Peraturan itu dibuat untuk melindungi masyarakat dan konsumen yang membutuhkan. Jangan sampai yang tidak berhak seperti pertambangan dan industri bisa mengambil solar subsidi ke SPBU seenaknya,” jelasnya.

    “Jadi, rekomendasi itu dibuat untuk mempermudah dan melindungi para nelayan saat pengambilan solar subsidi di SPBU,” terang Dimas.

    Sementara Bupati Aceh Jaya, T.Irfan TB kepada waspadaaceh.com mengatakan, untuk mendapatkan BBM subsidi harus dipermudah tanpa ada hambatan, terutama bagi kebutuhan pertanian dan nelayan di Kabupaten Aceh Jaya.

    Tapi itu katanya, ada mekanisme/peraturan tersendiri, yaitu dengan mendapatkan rekomendasi dari pihak DKP. Mekanisme tersebut akan dibahas kembali antara Pertamina, DKP dan nelayan untuk dibuat sebuah keputusan bersama nantinya, lanjutnya

    “Yang jelas, petani dan nelayan akan dipermudah untuk mendapatkan BBM subsidi terutama solar di sejumlah SPBU yang ada di Aceh Jaya, namun ada mekanismenya,” tegas Irfan TB. (zammil).

    BERBAGI