Peserta Lulus CPNS Asal Pidie, Segera Lengkapi Berkas

    BERBAGI
    Asisten III Bidang Administrasi Umum, Setdakab Pidie, Mutiin, saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Selasa (8/1/2019). (Foto/Muhammad Riza)
    Asisten III Bidang Administrasi Umum, Setdakab Pidie, Mutiin, saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Selasa (8/1/2019). (Foto/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Asisten III Bidang Administrasi Umum, Setdakab Pidie, Mutiin,SIp Msi, menegaskan, peserta Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) asal Pidie yang dinyatakan lulus harus segera melengkapi berkas.

    Berkas itu sebagai syarat bagi peserta yang lulus untuk mendapatkan nomor induk pegawai, kata Mutiin di ruang kerjanya di Sigli, Selasa (8/1/2019).

    “Kepada CPNS yang sudah dinyatakan lulus, kami harapkan secepatnya melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan sebagai calon ASN. Ini kita desak mengingat waktu mengumpulkan berkas itu sangat singkat hanya 10 hari,” kata Mutiin.

    Dia menambahkan, pihaknya menginginkan agar proses pemberkasan bisa rampung secepatnya, agar bisa lebih cepat dikirim ke BKN. Para calon pegawai, katanya, yang dinyatakan lulus bisa segera bekerja sesuai bidangnya masing-masing.

    “Karena itu kami harapkan mereka semua itu tidak lalai untuk segera menyerahkan berkas yang lengkap,” katanya.

    Berdasarkan data hasil seleksi akhir CPNS Kabupaten Pidie, yang diperoleh Waspadaaceh.com dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Pidie, Selasa (8/1/2019), sebanyak 272 orang CPNS Pidie dinyatakan lulus. Jumlah yang mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) atau tes tahap dua sekitar 512 orang peserta.

    Sebanyak 95 orang peserta dinyatakan gugur disebabkan berbagai faktor. Diantaranya tidak sesuai persyaratan yang dibutuhkan, dan ada juga yang tidak mendaftar pada formasi yang dibuka.

    Contonya pada formasi dokter spesialis yang dibutuhkan 16 orang, namun tidak ada satupun yang mendaftar. Hal itu dikarenakan faktor usia mereka lebih tinggi dari yang dibutuhkan dalam persyaratan.

    Sementara pada formasi guru SD yang dibutuhkan 151 orang, namun yang lulus sebanyak 91 orang. Artinya terjadi kekosongan pada formasi guru SD ini sebanyak 59 orang.

    Begitu juga terjadi pada formasi guru Tenaga Honorer S-1 (K-2) yang dibutuhkan 39 orang, namun yang lulus 20 orang. Di sini juga terjadi kekosong sebanyak 19 orang. Pada guru mata pelajaran matematika juga satu orang tidak lulus. (b10)

    BERBAGI