Lagi Bersih Kebun, Warga Tangse Diamuk Gajah

    BERBAGI
    Warga sedang berupaya mengevakuasi tubuh Tgk Thamrin, yang kritis setelah diinjak kawanan gajah di kebunya di kawasan pegunungan Gampong Lhok Keutapang, Tangse, Pidie, Senin (7/1/2019). (Foto/Muhammad Riza)
    Warga sedang berupaya mengevakuasi tubuh Tgk Thamrin, yang kritis setelah diinjak kawanan gajah di kebunya di kawasan pegunungan Gampong Lhok Keutapang, Tangse, Pidie, Senin (7/1/2019). (Foto/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Tgk Thamrin, 48, warga Gampong Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Pidie, mengalami kritis setelah diamuk kawanan gajah liar.

    Peristiwa itu terjadi dalam kebun miliknya, tidak jauh dari lokasi Air Terjun, Gampong Geunie, Senin (7/1/2018) sekira pukul 11:45 WIB.

    Zainal Abidin, 43, salah seorang keluarga korban kepada Waspadaaceh.com di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro, Pidie, mengatakan, akibat diamuk kawanan gajah, korban menderita luka serius di bagian mulut dan perut.

    Kronologisnya, korban saat itu bersama rekannya Nurdin, sedang membersihkan areal kebun pinang miliknya. Tanpa sadar, rombongan hewan berbadan besar itu, diperkirakan berjumlah sekira 40 ekor masuk ke dalam perkarangan kebun . Seketika saja Tgk Thamrin dan Nurdin terkejut, karena kawanan gajah itu sudah berdiri dekat dengan posisi mereka, hanya terpaut 50 meter.

    Melihat kawanan gajah sudah berdiri dekat, spontan saja Tgk Thamrin dan Nurdin bangkit, dan tanpa langsung lari menyelamatkan diri. Namun saat berusaha lari menyelamatkan diri, Tgk Thamrim terjatuh tersandung batang pohon.

    Melihat Tgk Thamrin terjatuh, seekor gajah menginjak perut dan kepala Tgk Thamrin sehingga mengeluarkan darah dan luka di bagian perut. Sedangkan Nurdin berhasil kabur dari kejaran kawanan gajah lainnya dengan cara melompat ke dalam sungai.

    Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, membenarkan ada warganya yang tertimpa musibah diamuk gajah. Koban kritis dan kini sudah ditangani tim medis RSUD Tgk Chik Ditiro.

    Fadhlullah menjelaskan, dalam menangani konflik gajah dengan manusia, perlu dilakukan langkah penanganan secara serius dan permanen. Tidak hanya penanganan secara manual dengan membakar mercon. Tapi perlu diupayakan penanganan secara konkrit dan dalam jangka panjang.

    Pemkab Pidie selama ini, kata Wabup Pidie, sering melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti BKSDA Aceh dan Dinas Kehutanan Provinsi Aceh. Sebab persoalan penanganan satwa liar yang dilindungi kini sudah menjadi ranah Provinsi Aceh.

    Begitu pun Pemkab Pidie sering memberikan informasi dan berkoordinasi untuk mencari jalan keluar dengan Dinas Kehutanan Aceh dan BKSDA.(b10)

    BERBAGI