Polisi Amankan Alat Berat Galian C di Krueng Barieh

    BERBAGI
    Satu unit alat berat jenis escavator yang selama ini diduga digunakan melakukan galian C di kawasan Krueng Barieh, Kecamatan Sakti, diamankan di Mapolres Pidie, Rabu (2/1/2018). (Foto/Muhammad Riza)
    Satu unit alat berat jenis escavator yang selama ini diduga digunakan melakukan galian C di kawasan Krueng Barieh, Kecamatan Sakti, diamankan di Mapolres Pidie, Rabu (2/1/2018). (Foto/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie, mengamankan satu unit alat berat jenis escavator di lokasi galian C, Daerah Aliran Sunagi (DAS) Krueng Barieh, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, Rabu (2/1/2019).

    “Benar tadi kami telah mengamankan satu unit alat berat berupa escavator di Mapolres Pidie. Alat berat itu kami ambil dari DAS Krueng Gampong Barieh, Kecamatan Sakti,” kata Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Mahliadi, Rabu (2/1/2019).

    Dia mengungkapkan berdasarkan informasi, ada dua unit alat berat jenis escavator yang diduga melakukan galian di kawasan DAS Krueng Barieh tersebut. Namun baru satu unit dapat diamankan, sedangkan satu unit lagi masih dalam pencarian oleh petugas di lapangan.

    Kata AKP Mahliadi, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terkait perizinan galian C itu.

    “Meski kita sudah amakan satu unit alat berat ini, namun kami belum tahu pemiliknya.  Demikian juga dengan petugas operator alat berat itu, belum kita ketahui keberadaanya. Kami masih melakukan pencarian terhadap pemilik dan operator,” kata AKP Mahliadi.

    Berdasarkan keterangan warga, selama ini terdapat dua alat berat yang digunakan melakukan galian C di kawasan DAS tersebut. Satu unit di Barieh dan satunya lagi di kawasan sungai Gampong Baleu.

    M.Nur, Keuchik Gampong Barieh, kepada wartawan menegaskan, dia tidak bertanggung jawab terhadap warga yang mengambil pasir dalam sungai menggunakan alat berat.

    “Sejak dulu saya sudah tegaskan bahwa saya tidak bertanggung jawab jika ada warga atau siapa pun yang mengambil pasir menggunakan alat berat,” katanya.

    Erosi Sungai

    Pengamatan Waspada, dampak dari penambangan pasir dan batu sungai secara liar telah membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Barieh, Kecamatan Sakti, rawan terjadi erosi.

    Aktivitas para penambang pasir dan batu, baik yang dilakukan menggunakan alat berat maupun secara tradisional juga telah menggerus tanah di sekitar tiang penyangga sejumlah jembatan. (b10)

    BERBAGI