Beranda Aceh Fenomena Khalwat di Banda Aceh Merebak

Fenomena Khalwat di Banda Aceh Merebak

BERBAGI
Anggota DPRK Banda Aceh Fraksi PKS ketika bersilahturahmi dengan wartawan. (Foto/Ist)
Anggota DPRK Banda Aceh Fraksi PKS ketika bersilahturahmi dengan wartawan. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Fenomena khalwat yang terjadi di kawasan kota Banda Aceh dinilai semakin merebak, khususnya di kawasan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, kata Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh, Irwansyah, kepada wartawan Rabu (2/1/2018).

Irwansyah menyebutkan, dugaan itu dia ketahui setelah melakukan pemantauan di kawasan Ulee Lheue. Juga dari laporan masyarakat yang resah dengan yang dilakukan muda-mudi di daerah itu.

“Saya pikir ini harus ditindaklanjuti dengan serius oleh pemerintah, baik dari Satpol PP dan WH maupun Dinas Syariat Islam,” ujarnya.

Dia menjelaskan, fenomena khalwat yang marak terjadi selama ini di Banda Aceh tak lagi di kafe-kafe atau pun tempat yang tertutup, tetapi juga di pinggiran jalan. Tepatnya di lokasi pedagang kaki lima yang minim atau tanpa dukungan lampu penerangan.

“Di sinilah kejadiannya. Bahkan ada masyarakat yang foto dan kirim ke saya tentang muda-mudi yang sedang berpelukan dan berciuman. Nah itu terjadi di kawasan dekat pantai Ulee Lheue,” ungkapnya meyakinkan.

Terkait pengakuan pihak Satpol PP dan WH yang merasa kekurangan anggaran untuk berpatroli, Irwansyah mengatakan, bahwa hal itu mungkin menjadi kelemahan anggaran.

“Selama ini kelemahan anggaran kita memang seperti ini, kalau kita mencukupkan tidak akan cukup,” katanya.

Menurutnya, kelemahan yang terjadi seperti kurangnya mobil operasional yang memadai, bahan bakar hingga tentang jumlah personel Satpol PP dan WH. (Cb01)

BERBAGI