Beranda Aceh Ikan Keurling Sungai Masen, Riwayatmu Kini

Ikan Keurling Sungai Masen, Riwayatmu Kini

BERBAGI
Seorang pemancing menunjukkan ikan keurling atau jurung hasil tangkapannya. (Foto/Ist)
Seorang pemancing menunjukkan ikan keurling atau jurung hasil tangkapannya. (Foto/Ist)

Calang – Ikan keurling atau ikan jurung (Tor tambroides) adalah sejenis ikan bersisik yang hidup di sungai air tawar yang deras. Masyarakat mengenal ikan keurling terdiri dari dua jenis, keurling putih dan keurling merah.

Ikan yang sudah mulai langka ini, pada zaman dahulu menjadi makanan favorit raja-raja di daerah Batak dan Mandailing. Biasanya ikan ini disuguhkan untuk menjamu para tamu pembesar kerajaan.

Rasa dagingnya yang lezat dan khas, ikan ini banyak diburu masyarakat penyuka ikan sungai air tawar. Berbagai cara dilakukan demi mendapatkan ikan jurung, diantaranya dengan cara memancing atau menjala/memasang jaring.

Ikan keurling atau jurung yang keberadaannya semakin langka di sungai-suangai di Aceh. (Foto/Ist)
Ikan keurling atau jurung yang keberadaannya semakin langka di sungai-suangai di Aceh. (Foto/Ist)

Namun ada juga yang ekstrim menggunakan racun mau pun bom ikan. Cara ini jelas-jelas sangat melanggar karena merusak habitat ikan secara keseluruhan, dan merusak lingkungan sungai.

Di Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya, ikan keurling ini banyak terdapat di sungai Krueng Masen. Warga di sini biasanya menangkap keurling dengan cara memancing ataupun menjala.

Sebagai ikan “berkelas” yang digemari masyarakat, ikan keurling harganya pun tergolong paling mahal. Harga ikan ini bisa mencapai puluhan ribu rupiah perekornya. Bila ukurannya besar, perekornya bahkan bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Di Kecamatan Darul Hikmah, Aceh Jaya, ikan keurling menjadi menu favorit bagi masyarakat. Namun sayangnya ikan ini mulai sulit diperoleh. Bisa juga disebut menjadi langka keberadaannya di sungai-sungai di kawasan Aceh, termasuk di Aceh Jaya.

“Dilihat dari cara penangkapan dan harganya yang tinggi, jika masyarakat mau membudidayakan ikan ini, tentu akan sangat memberikan kontribusi ekonomi yang tinggi,” kata Bahani, salah seorang warga yang tinggal di Desa Masen, Darul Hikmah, hari Senin penghujung tahun (31/12/2018).

Ikan ini, kata Bahani kepada Waspadaaceh.com, tidak hanya digemari warga di seputaran Kecamatan Darul Hikmah, tapi sebagian besar masyarakat Aceh Jaya juga menyukai ikan itu.

Bahani menambahkan, jika ikan ini bisa dibudidayakan dengan baik, tentu masyarakat akan memiliki tambahan pendapatan yang lumayan.

“Harga ikan keurling ini sendiri bisa mencapai Rp100.000 hingga Rp 150.000/Kg. Jadi ikan ini memang perlu dikembangkan dan dilestarikan sebelum keurling punah. Ikan keurling diidentik dengan makanannya orang kaya, sebab harganya sangat mahal,” tutup pria yang hobi memancing ini. (zammil)

BERBAGI