Beranda Aceh Aceh Tenggara Lumpuh Total, Puluhan Rumah Hanyut, Ribuan Terendam

Aceh Tenggara Lumpuh Total, Puluhan Rumah Hanyut, Ribuan Terendam

BERBAGI
Rumah warga di sekitar Kutacane, Aceh Tenggara, mengalami kerusakan akibat terjangan banjir, Senin dinihari. (Foto/Abadi Selian)
Rumah warga di sekitar Kutacane, Aceh Tenggara, mengalami kerusakan akibat terjangan banjir, Senin dinihari. (Foto/Abadi Selian)

Kutacane (Waspada Aceh) – Aktivitas masyarakat di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, lumpuh total setelah luapan banjir menerjang ibukota kabupaten tersebut, Senin dinihari (31/12/2018).

Puluhan rumah dilaporkan hanyut dan ribuan lainnya masih terendam lumpur. Bencana alam banjir ini terjadi akibat meluapnya sungai Kali Bulan sekira pukul 00.30 WIB. Banjir juga menghanyutkan kayu gelondongan sehingga merusak rumah dan jembatan.

Koresponden Waspadaaceh.com di Kutacane, Abadi Selian melaporkan, selain merusak pemukiman warga, banjir juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti jalan, masjid, puskesmas, jembatan dan lahan pertanian warga.

Ribuan warga dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka mengungsi ke sejumlah titik  lokasi pengungsian, diantaranya masjid dan balai desa yang telah menyiapkan tenda pengungsian.

Dampak yang paling berat  terdampak banjir adalah Desa Pulo Kemiri, Desa Pulonas, Desa Pulonas Baru, Desa Mbacang Lade, Desa Kuta Buluh, Desa Trandam, Desa Strak Pisang, Desa Pulo Latong dan Kota Kutacane.

Selanjutnya Desa Prapat Hulu, Desa Prapat Hilir, Desa Prapat Gabungan, Desa Kutarih, Desa Kutacane Lama, Desa Gumpang, Desa Kisam, Desa Kuta Galuh Asli, Desa Bambel, Desa Lawe Kihing, Desa Kelapa Gading, Desa Titi Nasi.

Sejumlah jembatan permanen putus dan amblas, antara lain jembatan Lawe Haru yang terletak di Kecamatan Deleng Pokhkison dan jembatan Marlboro di Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan. Bronjong serta pengaman tebing pinggir sungai juga rusak dan amblas.

Bupati Aceh Tenggara, Raidin Pinim, sesaat setelah meluapnya sungai Lawe Bulan mengatakan, status bencana di Aceh Tenggara sebelumnya telah ditetapkan darurat karena banjir bandang yang terjadi di Desa Natam Kecamatan Badar, selang  dua hari sebelumnya

Namun dengan adanya banjir besar yang melanda kawasan perkotaan, maka status darurat akan tetap dipertahankan, kata bupati . Raidin mengatakan akan memerintahkan SKPK dan dinas terkait untuk terus bekerja semaksimal untuk membantu masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (Kalaksa BPBD) Aceh Tenggara, Ramisin Selian, kepada Waspadaaceh.com menjelaskan bahwa meluapnya sungai Lawe Bulan kali ini merupakan terbesar dalam 40 tahun terakhir.

Berdasarkan data sementara, kata Ramisin Selian, banjir yang terjadi pada akhir Desember ini menyebabkan dampak pada 30 desa dari Kecamatan Babussalam, Lawe Bulan, Bambel, Lawe Sumur, Tanih Alas dan Babul Rahmah. Banjir menyebabkan 1.7058 jiwa mengungsi , dan yang sudah terdata sebanyak 4.219 KK.  Sedangkan kerugian belum bisa diperkirakan karena masih dalam pendataan.

Pantauan Waspadaaceh.com,  hingga kini warga dan masyarakat yang terkena dampak banjir berupaya membersihkan lumpur dari dalam rumah. Warga juga terlihat mengangkut barang dan alat rumah yang masih bisa diselamatkan.

Arus listrik juga sempat padam sekitar 8 jam.  Begitu juga akses jalan sempat tidak bisa dilalui karena timbunan lumpur dan kayu. Arus lalulintas di sebagian lokasi bisa normal kembali sekitar pukul 6:00 WIB. (abadi)

BERBAGI