Beranda Aceh Petani Aceh Jaya Pertanyakan Pompanisasi Belum Berfungsi Maksimal

Petani Aceh Jaya Pertanyakan Pompanisasi Belum Berfungsi Maksimal

BERBAGI
Proyek pompanisasi di Desa Monmata Kecamatan Krueng Sabe, Aceh Jaya, hingga kini belum difungsikan secara maksimal. (Foto/zammil)
Proyek pompanisasi di Desa Monmata Kecamatan Krueng Sabe, Aceh Jaya, hingga kini belum difungsikan secara maksimal. (Foto/zammil)

Calang (Waspada Aceh) – Para petani padi di Desa Moenmata Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, mempertanyakan keberadaan pompanisasi di desanya, yang hingga kini belum difungsikan secara maksimal.

Padahal, pompanisasi itu sudah selesai dibangun beberapa tahun lalu. Tapi proyek yang diperuntukkan membantu pengairan ke sawah petani itu, hingga sekarang belum memberikan kontribusi yang signifikan kepada petani.

“Pompanisasi yang sudah dibangun beberapa tahun yang lalu itu, belum bisa maksimal difungsikan sampai sekarang,” kata Fajri, Ketua Kelompok Tani Peusaboh Hate Desa Monmata Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, kepada Waspadaaceh.com, Minggu (30/12/2018).

Menurutnya, keberadaan pompanisasi itu sebenarnya dimaksudkan sebagai sarana pengaturan air ke sawah petani. Namun nyatanya, keberadaan pompanisasi tersebut belum memberikan manfaat yang memadai kepada petani.

Pompanisasi tersebut baru mengairi sekitar 15 hekatre sawah petani dari seharusnya 100 hektare sawah yang ada di sekitarnya.

“Kami tidak mengetahui kenapa pompanisasi tersebut belum bisa dimanfaatkan petani. Sampai sekarang, pompanisasi juga belum diserahkan kepada kelompok atau desa untuk difungsikan,” kata Fajri.

Ketua Kelompok Tani Bina Desa Monmata, Rustam, mengatakan, keberadaan pompanisasi belum berpengaruh apapun kepada petani, bahkan terkesan dibiarkan begitu saja.

Kadis Pertanian Kabupaten Aceh Jaya, T.Mufizar, saat dikonfirmasi Waspadaaceh.com mengatakan, pihaknya akan segera ke lapangan, melihat langsung pembangunan irigasi dan pompanisasi yang dikeluhkan petani di Desa Mon Mata dan di Teunom.

“Insya Allah, Senin depan kita akan ke lapangan mendatangi petani untuk mendengarkan keluhan para petani,” ujar T. Mufizar. (zammil)

BERBAGI