Beranda Aceh Bupati Aceh Barat: Saya Menanggung Dosa, Bila Syariat Tidak Ditegakkan

Bupati Aceh Barat: Saya Menanggung Dosa, Bila Syariat Tidak Ditegakkan

BERBAGI
Bupati Aceh Barat, H.Ramli MS, berbincang dengan Plt Ketua PWI Aceh, Aldin NL dan Wakil Ketua PWI, Ramadansyah, di ruang kerjanya, belum lama ini. (Foto/Deddy Iskandar)
Bupati Aceh Barat, H.Ramli MS, berbincang dengan Plt Ketua PWI Aceh, Aldin NL dan Wakil Ketua PWI, Ramadansyah, di ruang kerjanya, belum lama ini. (Foto/Deddy Iskandar)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pertemuan antara Bupati Aceh Barat, H.Ramli MS, dengan Plt Ketua PWI Aceh, Aldin NL, Wakil Ketua, Ramadansyah dan wartawan Waspada di Aceh Barat, Deddy Iskandar, Selasa (25/12/2018), tidak hanya membincangkan tentang pers, tapi juga penguatan penegakan syariat Islam di kabupaten tersebut.

Pertemuan pengurus PWI Aceh dengan bupati, diawali dengan sholat maghrib berjamaah di musholla yang berada di belakang rumah bupati. Bupati Ramli menjadi imam dalam sholat tersebut. Sebagai Ketua NU (Nahdatul Ulama) Aceh Barat, terdengar bacaan ayat-ayat qurannya begitu fasih.

“Saya akan menanggung dosa kelak, bila sebagai pemimpin, saya tidak mampu menegakkan syariat Islam. Saya bertanggungjawab atas masa depan anak-anak kita sebagai generasi yang islami,” ujar Ramli MS di ruang tamu rumah dinasnya.

Bupati Aceh Barat ini menyatakan hal itu untuk menanggapi seruannya, terkait pelayanan birokrasi di Aceh Barat, yang mengharuskan warga Muslim menggunakan pakaian islami saat berurusan di kantor pemerintahan.

Bupati juga banyak menyampaikan gagasan terkait dengan penguatan syariat Islam di Aceh Barat, dan Provinsi Aceh secara umum.

“Kita sudah menggalakkan pengajian al-quran untuk anak-anak hingga remaja, di semua desa. Aceh Barat juga sedang membangun kampung percontohan, yang disebut dengan kampung Muslim,” kata Bupati Aceh Barat.

Penataan kampung muslim, kata bupati, meliputi beberapa aspek pembinaan. Kampung Muslim, ujarnya, sebagai salah satu upaya penerapan syariat Islam secara sempurna (kaffah) di Aceh Barat.

Beberapa kebijakan yang akan dilakukan di kampung muslim, antara lain, pembinaan agama, dengan sasaran generasi berumur 12 tahun bisa sholat jenazah dan hafizh quran.

Wanita harus berhijab secara benar, membangun kebiasaan maghrib mengaji di setiap rumah, pembinaan Undang-Undang Dasar Negara RI, dan pembinaan di bidang kesehatan.

Terkait generasi muda, kampung muslim harus membina para kaum pemuda untuk menjauhi narkoba. “Kita harapkan kampung muslim menjadi pilot project bagi daerah lain. Yang menjadi pilot project sebanyak 35 kampung dalam Kabupaten Aceh Barat,” kata Bupati Ramli.

Fasilitasi PWI Aceh Barat

Pada kesempatan itu, Plt Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Aceh, Aldin NL, didampingi Wakil Ketua, Ramadhansyah, menyampaikan agenda organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut, yang akan mengikuti Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, pada Februari 2019.

“Kami berharap pak bupati dan teman-teman wartawan PWI Aceh Barat juga bisa ikut meramaikan HPN. Sebab ada banyak agenda untuk meningkatkan kapasitas wartawan dalam event HPN di Surabaya nanti,” kata Aldin NL.

Terkait dengan masalah PWI Aceh Barat, Bupati Ramli mengatakan, siap memfasilitasi kantor untuk para wartawan di Aceh Barat.

“Wartawan itu mitra kerja saya. Bupati juga butuh kritikan, agar tau apa yang kurang,” kata H.Ramli MS. Dia mengatakan akan berusaha bisa hadir dalam acara puncak HPN di Surabaya. (al-farizi)

BERBAGI