Beranda Aceh Pemkab Pidie Gunakan Citra Satelit Hitung Luas Sawah

Pemkab Pidie Gunakan Citra Satelit Hitung Luas Sawah

BERBAGI
Lahan pertanian padi terbentang luas di hampir semua kabupaten di Aceh. (Foto/Dok Waspadaaceh.com)
Lahan pertanian padi terbentang luas di hampir semua kabupaten di Aceh. (Foto/Dok Waspadaaceh.com)

Sigli (Waspada Aceh) – Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan daerah setempat, masih melakukan pengukuran luas lahan sawah menggunakan data pengawasan satelit (citra satelit-red).

“Kegiatan ini kami lakukan sudah berlangsung dua bulan terakhir ini,” kata Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, H Syarkawi. Rabu (26/12/2018), di sela-sela gotongroyong dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pidie.

Syarkawi menjelaskan, 250 penyuluh pertanian lapangan (PPL) diturunkan untuk melakukan pengukuran luas lahan sawah di 730 gampong (desa-red) dalam 23 kecamatan di Kabupaten Pidie. Pengukuran itu dilakukan pihaknya untuk penyempurnaan data yang selama ini dinilainya membingungkan karena data jumlah luas lahan yang diterbitkan berbeda-beda.

“Kenapa ini dilakukan, karena beberapa data yang beredar. Sekarang luas lahan sawah di Pidie berbeda-beda, mulai dari 23.000 hektare sampai dengan 29.000 hektare,” sebut Syarkawi.

Dia mencotohkan data BPS dengan data yang ditampilkan Departemen Kementrian Pertanian dan Unsyiah, itu tidak sama. Karena itu, ujar Syarkawi, Pemkab Pidie melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, berinisiatif turun sendiri ke lapangan dengan melakukan metode yang sama. Yaitu menggunakan Citra Satelit melakukan pengukuran luas areal sawah yang ada di Pidie.

170 Persen IPT
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Pidie, lebih lanjut mengungkapkan, upaya meningkatkan Indek Prestasi Tanam (IPT). Kabupaten Pidie masih membutuhkan bantuan dari stakeholder, terutama pemerintah pusat dan DPR-RI,  yaitu berupa alat mekanisasi pertanian.

Saat ini, kata dia, IPT yang baru dapat dicapai oleh Pidie sebanyak 170 persen. Artinya waktu musim rendengan atau musim penghujan lahan yang bisa diolah 100 persen, tetapi begitu datang musim gadu Pidie hanya mampu mengolah 70 persen.

“Insyaallah ke depan dengan dukungan yang ada dari semua stakeholder kita bisa meningkat sampai 200 persen,” katanya. (b10)

BERBAGI