Lintas Banda Aceh-Meulaboh Macet 2 Jam

    BERBAGI
    Sejumlah kendaraan terjebak ke dalam pasir di lintasan jalan alternatif bekas tsunami di kawasan pantai Arongan, menghubungkan Meulaboh-Banda Aceh, Aceh Barat, Selasa (25/12/2018). (Foto/Abdullah)
    Sejumlah kendaraan terjebak ke dalam pasir di lintasan jalan alternatif bekas tsunami di kawasan pantai Arongan, menghubungkan Meulaboh-Banda Aceh, Aceh Barat, Selasa (25/12/2018). (Foto/Abdullah)

    Meulaboh (Waspada Aceh) – Lalulintas di ruas jalan provinsi di lintasan Banda Aceh – Meulaboh,  Aceh Barat, Selasa siang (25/12/2018), macet total setelah sebuah truk pengangkut barang rusak dan melintang di tengah jalan.

    Akibatnya, akses transportasi masyarakat dari arah Meulaboh ke Banda Aceh maupun sebaliknya, tepatnya di kawasan Suak Bidok, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, macet total.  Terjadi antrian kenderaan sepanjang kendaraan sekitar enam kilometer.

    Sementara itu, akibat kemacetan ini, ratusan kenderaan terjebak di satu jalan alternatif di di sekitar pantai Arongan, yang berpasir. Puluhan mobil terjebak di sungai kering berpasir, yang coba melintas.

    “Ban mobil terjebak ke dalam pasir, sehingga harus dibantu dorong untuk bisa keluar dari sungai kering berpasir itu. Mobil kami juga terjebak hingga 1,5 jam,” kata Evi, salah seorang pemilik mobil yang melintasi jalan alternatif tersebut.

    Polisi Pindahkan Mobil Truk

    “Kami sudah berusaha memindahkan truk barang ini ke pinggir jalan, agar akses transportasi warga tidak terganggu,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP H Raden Bobby Aria Prakasa, SIK melalui Kapolsek Arongan Lambalek, Ipda Alpon kepada Waspadaaceh.com, Selasa siang.

    Dia menjelaskan, penyebab kemacetan ini terjadi akibat sebuah truk tronton rusak berat dan posisinya melintang di tengah jalan, sehingga menutupi seluruh badan jalan.

    “Truknya rusak di bagian as, otomatis belum bisa bergerak,” tutur Alpon.

    Untuk sementara, ruas jalan provinsi tersebut hanya bisa dilewati kendaraan roda dua.

    Sedangkan bagi pengendara roda empat, harus melewati ruas jalan lama melalui pinggir pantai jika ingin terhindar dari kemacetan. Di jalan ini lah puluhan kenderaan dari ratusan kendaraan yang melintas, terjebak di sungai kering berpasir.

    Alpon juga memastikan butuh waktu lama untuk bisa memindahkan truk ini dari lokasi kejadian, karena harus dilakukan bongkar barang muatan terlebih dahulu.

    “Kalau barangnya sudah dibongkar, baru bisa dipindahkan truknya. Tapi tadi sudah kami minta bantu sama truk lain yang kebetulan melintas, untuk pindahkan truk dari tengah jalan,” katanya.

    Namun menjelang pukul 16.00 WIB sore arus lalu lintas di kawasan ini kembali normal, setelah truk yang rusak di tengah jalan ini berhasil dipindahkan. (b01/ded)

    BERBAGI