Ratusan Jiwa Korban Banjir Aceh Selatan di Pengungsian

    BERBAGI
    Petungas di lokasi pengungsian sedang melakukan pendataan ulang para pengungsi terdampak banjir Trumon Raya, Aceh Selatan, Selasa (18/12/2018). (Foto/Faisal)
    Petungas di lokasi pengungsian sedang melakukan pendataan ulang para pengungsi terdampak banjir Trumon Raya, Aceh Selatan, Selasa (18/12/2018). (Foto/Faisal)

    Tapaktuan (Waspada Aceh) – Sedikitnya 115 Kepala Keluarga (KK) atau 398 jiwa korban banjir Trumon, hingga kini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian, karena kondisi pemukiman mereka masih kurang kondusif. Walaupun air sudah berangsur-angsur surut.

    Dari 398 jiwa pengungsi yang masih bertahan di pengungsian, mereka berasal dari desa dalam Kecamatan Trumon Tengah. Yaitu Desa Lhok Raya 66 KK atau 255 jiwa, Cot Bayu 99 KK atau 57 jiwa dan Desa Padang Harapan, Kecamtan Trumon, 30 KK atau 116 jiwa.

    “Mareka telah mengungsi selama 4 hari/malam di beberapa titik tempat pengungsian, seperti Kompi Brimob dan Kantor Camat Trumon,” kata anggota Pusdatin, Noly Irwansyah, kapada Waspadaaceh.com, Selasa (18/11/2018) di lokasi pengungsian.

    Tampak para pengungsi terdampak banjir Trumon Raya, Aceh Selatan, masih bertahan di lokasi pengungsian, Selasa (18/12/2018). (Foto/Faisal)
    Tampak para pengungsi terdampak banjir Trumon Raya, Aceh Selatan, masih bertahan di lokasi pengungsian, Selasa (18/12/2018). (Foto/Faisal)

    Di sisi lain, logistik untuk warga pengungsi terdampak banjir luapan air sungai Souraya, Subulussalam, masih mencukupi. Apalagi setelah Selasa kemarin (17/12/2018), Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyerahkan bantuan logistik untuk para korban banjir.

    “Kami Tagana Dinsos, BPBD, dan lainnya masih membuka dapur umum di lapangan untuk para pengungsi,” tandas Noly Irwansyah. (Faisal)

    BERBAGI