Beranda Aceh Tanpa DAU 2019, RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Coba Mandiri

Tanpa DAU 2019, RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Coba Mandiri

BERBAGI
Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, drg. Mohd Riza Faisal, saat memberikan keterangan pers, usai menghadiri pembahasan RAPBK Pidie 2019 di Gedung DPRK setempat, Selasa (18/12/2018). (Foto/Muhammad Riza)
Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, drg. Mohd Riza Faisal, saat memberikan keterangan pers, usai menghadiri pembahasan RAPBK Pidie 2019 di Gedung DPRK setempat, Selasa (18/12/2018). (Foto/Muhammad Riza)

Sigli (Waspada Aceh) – Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro (TCD) Sigli, Kabupaten Pidie, mencoba mandiri tanpa menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran (TA) 2019.

“ Pada tahun anggaran 2019 Rumah Sakit Tgk Chik Ditiro, Sigli, tidak menggunakan DAU untuk biaya operasional. Jadi direncanakan kita hanya mendapat biaya tidak langsung berupa gaji. Sedangkan biaya lainnya akan menggunakan dana BLUD,” kata Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, drg. Mohd Riza Faisal, MARS.

Peryataan ini disampaikan Riza Faisal usai menghadiri pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (RAPBK) Pidie 2019, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie. Selasa (18/12/2018).

Dia mengungkapkan, jika rencana ini terwujud, maka satu-satunya rumah sakit umum daerah yang mandiri adalah RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli.

“ Berhasil enggak berhasil, mudah-mudahan berkat doa dan kerja keras kita semua dapat berhasil. Tergantung, bagaimana kita mengalokasikan dana. Jadi sekarang DAU tidak ada lagi di RSUD Tgk Chik Ditiro,” tegasnya.

Pada tahun 2018, Mohd Riza Faisal melaporkan rumah sakit yang dipimpinnya itu mendapat jatah DAU senilai Rp 3,6 miliar. Kedepan sebut dia, dengan tidak adanya lagi jatah DAU, phaknya akan menggunakan dana bersumber dari BLUD itu sendiri. Misalkan untuk membayar tenaga honorer dan sebagainya.

Sedangkan anggaran untuk membayar gaji pegawai di lingkungan RSUD TCD tersebut tetap di bawah wewenang Pemkab Pidie. Itu karena sudah menjadi aturan BLUD, bahwa dana dari BLUD tidak boleh digunakan untuk membayar gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam lingkungan BLUD – RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli.

Dari pengamatan Waspadaaceh.com, sidang pembahasan Rancangan RAPBK Pidie 2019, dihadiri seluruh anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRK Pidie. Diantaranya Muhammad AR, Jamaludin, Usman, Tgk Anwar Husen, Khairil Syahrial dan Tgk Abdullah.

Sedangkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPBD) dipimpin Asisten Pemerintahan Setdakab Pidie Bahrul Walidin sebagai Nota Dinas (ND) Setda Kab Pidie Muliadi Yacob. (b10).

BERBAGI