Sebelum Sahkan APBA 2019, DPRA Coret 3 Event Internasional Berbiaya Rp21,5 M

    BERBAGI
    Sekretaris Fraksi Gerinda--PKS DPR Aceh, Bardan Saidi. (Foto/Ist)
    Sekretaris Fraksi Gerinda--PKS DPR Aceh, Bardan Saidi. (Foto/Ist)

    Aceh ( Waspada Aceh) – Sebelum mengesahkan APBA 2019, DPRA terlebih dahulu mencoret tiga event internasional berbiaya Rp21,5 miliar yang ditempatkan pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh.

    Ketiga kegiatan berskala internasional yang ditolak oleh Frkasi Gerindra-PKS itu, yakni Aceh Marathon Internasional 2019 diusulkan dananya sebesar Rp10 miliar, Aceh Word Solidarity Rp. 4,5 miliar dan Aceh Surfing Internasional 2019 Rp7 miliar hingga totalnya Rp21,5 miliar.

    Sekretaris Fraksi Partai Gerindra-PkS DPRA, Bardan Saidi, menyatakan, ketiga event itu sebelumnya sudah diusulkan dan sudah tersedia anggarannya dalam RAPBA 2019.

    Meski kita tolak, sebut Bardan Saidi kepada Waspadaaceh.com, Selasa (18/12/2018) di KONI Aceh, dananya tidak hilang dan kita minta diganti dengan program mendesak yang dibutuhkan rakyat.

    Tidak Hilang

    Dalam pandangan akhir fraksi pada sidang paripurna RAPBA 2019 di gedung dewan, Senin (17/12/2018), Bardan Saidi menegaskan, rakyat sekarang membutuhkan program mendesak, seperti penanggulangan dampak banjir yang terjadi di Aceh Tenggara, Bireun, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Selatan, Subulussalam dan Singkil.

    “Daerah ini yang selalu menjadi korban bila banjir datang setiap tahunnya,” papar Bardan Saidi yang juga Ketua Asosiasi Futsal Aceh, ini.

    Hampir semua fraksi mendukung langkah Fraksi Gerindra-PkS, terutama fraksi mayoritas di DPRA yaitu, Partai Aceh.

    “Kita dukung langkah Fraksi Gerindra-PKS,” kata Sekjen DPA Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, mengomentari aksi penolakan. terhadap tiga event internasional tersebut.

    Sebagaimana diketahui, tahun 2018 ini, Pemerintah Aceh melalui Dispora Aceh telah memprogramkan event internasional tersebut, terutama Aceh Marathon Internasional.

    Namun, event yang semula akan dilaksanakan pada sekitar bulan Juli atau Agustus 2018 batal dilaksanakan. Penyebabnya antara lain Gubernur  Aceh, Irwandi Yusuf, terkena OTT.  (B01)

    BERBAGI