Kaum Ibu Protes Penggunaan Dana Desa untuk Pelatihan Menjahit

    BERBAGI
    Tampak mesin jahit untuk pelatihan yang rusak ketika kaum ibu mendatangi kantor Desa Krueng Ceuko Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, Selasa (11/12/2018). (Foto/Muji Burrahman)
    Tampak mesin jahit untuk pelatihan yang rusak ketika kaum ibu mendatangi kantor Desa Krueng Ceuko Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, Selasa (11/12/2018). (Foto/Muji Burrahman)

    Nagan Raya (Waspada Aceh) – Ratusan ibu di Desa Krueng Ceuko Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, mendatangi kantor Kades setempat, menanyakan anggaran dana desa untuk pelatihan menjahit dari bidang pemberdayaan masyarakat (BPM), Selasa (11/12/2018).

    Ketua Tuha Peut (perangkat lembaga desa), Abdullah, kepada Waspadaaceh.com mengatakan, hal itu perlu dipertanyakan ke BPM, dalam penggunaan dana desa untuk pelatihan menjahit. Kalau memang dari dana lain, ujarnya, kenapa pelatihan menjahit itu dilaksanakan secara diam.

    “Patut kita pertanyakan agar tidak disalah-gunakan tentang anggaran desa, khususnya anggara pelatihan pemberdayaan perempuan,” tegas Abdullah

    Pelatihan menjahit bagi ibu-ibu itu dilaksanakan oleh aparat desa. Namun para ibu-ibu dalam Desa Krueng Ceuko merasa curiga sebab pelatihan dilaksanakan di kantor kades.

    Tidak mendapat jawaban memuaskan, para ibu itu marah dan membalikkan mesin jahit dalam kantor kades hingga mengalami kerusakan.

    Sementara Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto melalui Kapolsek Seunagan Iptu Nyak Banta membenarkan adanya perusakan mesin jahit di Desa Krueng Ceuko, ekses dari aksi ibu-ibu tersebut.

    ”Iya barang bukti sudah diamankan,” jelas Kapolsek singkat. (Cb07)

    BERBAGI