Beranda Aceh Tim Tahsin IKAT Safari Subuh dan Ceramah Maulid di Aceh Tengah

Tim Tahsin IKAT Safari Subuh dan Ceramah Maulid di Aceh Tengah

BERBAGI
Tim Tahsin IKAT melatih tahsin dan mengajar tajwid Alquran kepada para imam dan guru TPQ se Aceh Tengah. (Foto/Ist)
Tim Tahsin IKAT melatih tahsin dan mengajar tajwid Alquran kepada para imam dan guru TPQ se Aceh Tengah. (Foto/Ist)

Takengon (Waspada Aceh) – Selain melatih tahsin dan mengajar tajwid Alquran kepada para imam dan guru TPQ se Aceh Tengah, Tim Tahsin IKAT juga menjadi imam shalat dan penceramah Subuh. Kegiatan ini dimulai pada Sabtu (8/12/2018).

“Di Takengon, Safari Subuh jadi bagian dari program tim. Setiap hari, 10 orang Tim Tahsin IKAT melakukan Safari Subuh di 5 masjid. Masing-masing masjid satu imam dan satu penceramah,” jelas M. Yasin Jumadi, koordinator tim kepada Waspadaaceh.com, Minggu (9/12/2018).

Sementara malam harinya, sebagian anggota Tim Tahsin ada yang mengisi ceramah Maulid, sambungnya.

Anggota MPU Aceh Tengah Tgk.Risma Hambali mengatakan, tanggapan masyarakat terhadap program Tahsin ini sangat positif.

Tgk.Risma Hambali sendiri yang juga merupakan Ketua IKAT Daerah Aceh Tengah, menambahkan, dengan program seperti itu, keberadaan IKAT semakin terasa di masyarakat di seluruh Aceh Tengah.

Ketua IKAT Aceh Tgk. Muhammad Fadhil Rahmi, Lc. mengatakan, Tim Tahsin IKAT membawa misi mengajar atau melatih cara membaca Al-Quran. Tapi pelatihannya hanya dari jam 08:00 WIB pagi sampai jam 18:00 WIB sore.

Selama pelatihan 3 hari, keberadaan Tim Tahsin IKAT di mana pun berada selalu siap berkhidmah untuk masyarakat.

“Diminta menjadi imam shalat, InsyaAllah siap. Diminta ceramah subuh, InsyaAllah siap. Ceramah Maulid, InsyaAllah siap. Tadi malam salah satu Tim Tahsin, yaitu Tgk.Muhammad Yasin, menjadi penceramah Maulid di Kecamatan Bies Mulie,” ujarnya.

Kepala Baitul Mal Aceh Tengah Drs.Ridwan Qari mengatakan, program Tahsin di Aceh Tengah ini memiliki program jangka panjang. Setelah pelatihan ini, mereka berencana akan membuat pelatihan yang lebih intensif bagi guru-guru Al-Quran pilihan di 14 kecamatan.

“Kita berharap, setiap kecamatan ada minimal satu atau dua orang pengajar Al-Quran yang benar-benar menjadi rujukan bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu program Training of Trainer Tahsin Tilawah Al-Quran metode Awsat di Aceh Tengah, sudah dimulai sejak pekan lalu, pada Sabtu 8 Desember 2018. Saat ini sudah memasuki pekan kedua dan sudah selesai di 6 kecamatan.

“InsyaAllah dalam dua pekan lagi akan diadakan di 8 kecamatan berikutnya,” lanjut Ridwan Qari. (ria)

BERBAGI