Beranda Aceh Stok Bantuan Menipis untuk Korban Banjir di Aceh Barat

Stok Bantuan Menipis untuk Korban Banjir di Aceh Barat

BERBAGI
Bupati Aceh Barat, H Ramli MS, menyalurkan bantuan masa panik kepada korban banjir di Desa Napai, Kecamatan Woyla Barat, Minggu sore (2/12/2018). (Foto/Dedi Iskandar)
Bupati Aceh Barat, H Ramli MS, menyalurkan bantuan masa panik kepada korban banjir di Desa Napai, Kecamatan Woyla Barat, Minggu sore (2/12/2018). (Foto/Dedi Iskandar)

Meulabih (Waspada Aceh) – Ratusan rumah yang tersebar di sembilan desa di Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, hingga Minggu (2/12/2018), masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai dua meter.

Sementara itu, Bupati Aceh Barat, H.Ramli MS, menyebutkan, stok bantuan untuk para korban banjir semakin menipis.

Data yang diperoleh Waspadaaceh.com, sebanyak 600 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 2.000 jiwa warga yang tersebar di kawasan ini terdampak banjir. Lokasi terparah yang direndam banjir berada di tiga desa meliputi Desa Napai, Blang Luah serta Alue Leuhop.

“Di tiga desa ini, rata-rata ketinggian air mencapai dua meter,” kata Camat Woyla Barat, Fadlian Syahputra kepada Waspadaaceh.com, Minggu sore (2/12/2018).

Dia menjelaskan, dampak dari musibah tersebut menyebabkan masyarakat di tiga desa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman dan lebih tinggi, untuk menghindari rendaman banjir.

Sejumlah desa lainnya seperti Peuleukung, Cot Lagan, Blang Cot Mameh, Blang Cot Rubek, Cot Rambong, Lhok Malee, Pasi Mali, juga terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 50 cm hingga 80 cm.

Meski sudah merendam pemukiman warga, kata Camat Fadlian, sebagian besar warga di kawasan ini masih memilih bertahan di rumah masing-masing, dan belum mengungsi ke lokasi pengungsian.

“Di lokasi ini, warga masih memilih untuk mengungsi ke rumah tetangga,” tambahnya.

Darurat Banjir

Sementara itu, Bupati Aceh Barat H Ramli MS menegaskan, ratusan desa yang tersebar di beberapa kecamatan di kabupaten itu sejak bulan September hingga awal Desember 2018 terus dilanda banjir.

Ada pun kecamatan yang selama ini sangat rawan rendaman banjir meliputi Kecamatan Woyla Barat, Woyla Timur, Woyla, Samatiga, Kaway XVI, Meureubo, serta Johan Pahlawan.

Akibatnya, aktivitas masyarakat di kawasan ini menjadi terganggu serta dampak yang ditimbulkan telah menyebabkan harta benda dan ternak masyarakat hilang dan mati.

“Aceh Barat sudah darurat banjir. Kami berharap Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat turun tangan, membantu persoalan ini,” kata Bupati Ramli MS kepada Waspadaaceh.com, saat mengunjungi lokasi banjir di Woyla Barat, Minggu (2/12/2018).

Dampak dari musibah banjir yang terus-menerus melanda sebagian besar kawasan di Aceh Barat sejak Oktober 2018, hingga kini stok bantuan masa panik yang berada di gudang Dinas Sosial setempat juga semakin berkurang dan menipis.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Bupati Aceh Barat H Ramli MS meminta Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat untuk segera turun membantu. Terutama untuk membantu para korban.

“Aceh Barat sudah darurat banjir, kami berharap pemerintah pusat turun tangan untuk membantu masyarakat,” pinta Ramli MS. (b01/ded)

BERBAGI