Ditemukan 9 Penderita HIV Baru di Pidie

    BERBAGI
    Seorang wanita petugas Dinas Kesehatan Pidie dari Puskesmas Padang Tiji sedang membagi-bagikan stiker bertuliskan Say No HIV/Aids kepada warga. Kegiatan itu bagian dari peringatan hari HIV/AIDS sedunia setiap 1 Desember. (Foto/Muhammad Riza)
    Seorang wanita petugas Dinas Kesehatan Pidie dari Puskesmas Padang Tiji sedang membagi-bagikan stiker bertuliskan Say No HIV/Aids kepada warga. Kegiatan itu bagian dari peringatan hari HIV/AIDS sedunia setiap 1 Desember. (Foto/Muhammad Riza)

    Pidie (Waspada Aceh) – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pidie terus mengalami peningkatan. Meskipun diantara penderita ada yang sudah meninggal dunia, tetapi pada tahun 2018, Dinas Kesehatan Pdie menemukan sembilan orang penderita HIV baru.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, jumlah total penderita HIV/AIDS di daerah itu sejak 2008 mencapai 46 orang. Sejalan dengan itu, sebanyak 26 orang penderita dinyatakan telah meninggal dunia dan dua orang penderita lainya tercatat berstatus Follow Up.

    Terbaru, selama 2018, setidaknya ditemukan sembilan pendirita HIV baru. “Jumlah kasus HIV yang ditemukan tahun 2018 sebanyak sembilan kasus,” kata Turno Junaidi, SKM, MKM, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pidie, Minggu (2/12/2018).

    Turno Junaidi, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pidie.(Foto/Muhammad Riza)
    Turno Junaidi, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pidie.(Foto/Muhammad Riza)

    Turno Junaidi mengatakan, berbagai upaya terus dilakukan Dinkes Pidie dalam upaya mencegah dan menangkal penyebaran virus mematikan tersebut masuk ke Kabupaten Pidie. Beberapa upaya yang dilakukan pihaknya bekerja sama dengan instasi terkait.

    Lalu melakukan pelayanan dan sosialisasi bidang kesehatan kasus HIV/AIDS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, meliputi upaya pencegahan, pemberian informasi terkait HIV/AIDS, pemeriksaan atau skrining HIV bagi penderita IMS, waria/trangender, pengguna napza, ibu hamil, dan pasien TB.

    Selain itu Dinkes Pidie juga melakukan sosialisasi dengan menyasar masyarakat usia produktif dan juga melakukan kegiatan bagi-bagi poster bahaya penyebaran HIV /AIDS. Seperti baru-baru ini dilakukan petugas Puskesmas Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Mereka membagi-bagikan poster/stiker kampanye tentang bahaya HIV/AIDS kepada para pengguna jalan dalam rangka memperingati hari HIV/AIDS sedunia ke 30 tahun.

    Turno menjelaskan para kaum remaja dan pelajar menjadi sasaran utama bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie dalam upaya mencegah sekaligus menekan angka kasus HIV/AIDS di daerah itu. Strategi pencegahan serta menekan angka kasus HIV/AIDS yang dilakukan Pemkab Pidie, melalui program sosialisasi serta pemberian pemahahan dampak terkena HIV/AIDS.

    Dalam beberapa bulan terakhir ini, sebut Turno, kaum remaja maupun siswa SLTP dan SLTA terus menjadi sasaran utama dalam mencegah dan menekan angka kasus HIV/AIDS di Pidie. Pihaknya menggandeng beberapa instansi terkait, seperti BNN Pidie, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Jaringan ODHA di Sigli, Ka.Ur Dokkes Polres Pidie dan beberapa organisasi peduli HIV/AIDS.

    ”Kami meyakini, kaum remaja maupun para pelajar banyak yang belum mengetahui betul bahaya dari kasus HIV/AIDS. Makanya dalam program pencegahan dan penekanannya, kami akan memberikan secara gamblang dampak bahaya dari kasus penyakit yang belum ada obatnya tersebut,” ujar Turno.

    Begitupun sebut dia, dalam program sosialisasi pencegahan dan penekanan kasus HIV/AIDS disampaikan pula perilaku yang mudah tertular HIV/AIDS, di antaranya perilaku seks bebas serta menggunakan narkoba melalui sarana jarum suntik.

    Turno menjelaskan virus ini sudah dikenal masyarakat sejak tahun 1950-an dan hingga saat ini belum ada obat yang mampu menghentikan infeksi virus tersebut. Pengobatan yang diberikan pada pasien hanya bisa diusahakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan meredakan gejala-gejala HIV.

    HIV atau Human Immunodeficiency Virus, merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Karena bersifat retrovirus, HIV bisa berkembang biak dan menggandakan diri dalam sel tubuh manusia yang mengidapnya.

    Penyakit ini acap dikaitkan dengan penyakit menular seksual karena penyebarannya yang sama. HIV dan penyakit menular seksual sama-sama bisa ditularkan lewat hubungan seks tanpa alat kontrasepsi dan/atau dengan pasangan yang bergonta-ganti. Ini berarti baik pasangan gay maupun heteroseksual (beda jenis-red) sama-sama memiliki risiko terserang HIV. (B.10)

    BERBAGI