Beranda Nasional BPK Tak Temukan Masalah, Kemenpora Kembalikan Rp2 M kepada PP Pemuda Muhammadiyah

BPK Tak Temukan Masalah, Kemenpora Kembalikan Rp2 M kepada PP Pemuda Muhammadiyah

BERBAGI
Gatot S. Dewa Broto, Sekretaris Kemenpora. (Foto/Ist)
Gatot S. Dewa Broto, Sekretaris Kemenpora. (Foto/Ist)

Jakarta (Waspada Aceh) – Setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak menemukan permasalahan terkait bantuan kegiatan Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memutuskan mengembalikan cek senilai Rp2 miliar kepada PP Pemuda Muhammadiyah.

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan, Sabtu (1/12/2018), cek tersebut dikembalikan karena Kemenpora merasa tidak memiliki kewenangan untuk menerima dan menahan uang tersebut. Pihak perwakilan PP Pemuda Muhammadiyah pun telah hadir untuk bertemu dengan pihak Kemenpora pada Jumat siang, untuk mengambil cek tersebut.

“Sudah (dikembalikan). Karena memang enggak ada masalah dengan pemeriksaan BPK,” kata Gatot singkat sebagaimana dilaporkan Kumparan.

“Kita minta untuk diambil tadi, foto dan tanda terimanya juga sudah ada. Sudah diterima sama mereka tadi siang. Kami enggak mau menahan duit itu karena di dalam peraturan memang enggak ada hak dan alasan Kemenpora untuk menahan duit itu,” ujar Gatot kepada salah satu media nasional, Jumat malam, 30 November 2018.

Kembalikan Rp2 Miliar untuk Harga Diri

Sebelumnya, PP Pemuda Muhammadiyah mengembalikan uang Rp2 miliar yang bersumber dari anggaran Dana Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017 pada Jumat, 23 November lalu.

Mereka beralasan tidak ingin dianggap melakukan penyimpangan dana yang melanggar prinsip organisasi terhadap komitmen antikorupsi, sebagaimana disebut-sebut Polda Metro Jaya.

Pemuda Muhammadiyah sebelumnya angkat bicara terkait pengembalian uang sebesar Rp2 miliar ke Kemenpora RI pada Jumat (23/11/2018). Pengembalian uang dilakukan bukan terkait dugaan penyimpangan anggaran dalam kegiatan Kemah Apel Pemuda Islam di Prambanan 2017 lalu.

Ahmad Fanani, pengurus Pemuda Muhammadiyah, ketika itu menyebut langkah tersebut diambil sebagai bentuk harga diri dari Pemuda Muhammadiyah.

“Kami kembalian bukan karena salah. Karena ini menyangkut harga diri. Kami bukan takabur, Muhammadiyah sangat mandiri mulai dari usaha, pendidikan hingga rumah sakit. Buat kami, ini soal harga diri,” tegas Ahmad Fanani di Polda Metro Jaya usai menjalani pemeriksaan, Jumat (24/11/2018).

Sebelumnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebut ada uang senilai Rp2 miliar yang tidak dihabiskan penuh serta dugaan penggunaan dana fiktif dalam anggaran Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017 di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Dari hasil pemeriksaan awal memang diduga ada anggaran dana sekitar Rp2 miliar yang tidak dihabiskan penuh,” kata Argo, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Polisi menyebut laporan keuangan dari ormas Pemuda Muhammadiyah masih perlu diselidiki lebih lanjut. Argo menegaskan setiap uang yang dipergunakan dalam kasus ini perlu dipertanggungjawabkan karena menggunakan uang negara.

Dugaan Unsur Politis

Bergulirnya kasus ini sempat memunculkan isu politis. Diduga kasus yang mendera Dahnil dan Fanani terkait dengan perhelatan Muktamar Pemuda Muhammadiyah yang sedang berlangsung ketika itu.

Dahnil memang akan lengser, tetapi Fanani yang merupakan koleganya adalah salah satu calon kuat untuk duduk di posisi Ketum Pemuda Muhammadiyah.

Pada Muktamar Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah ke-XVII di Yogyakarta, akhirnya memilih Sunanto, sosok pengganti Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Ketua PP Pemuda Muhammadiyah. Sunanto atau yang kerap disapa Cak Nanto kini menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak, untuk periode kepemimpinan PP Pemuda Muhammadiyah 2018 – 2022. (***)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here