Dinkes Aceh Tangani Pasutri Terpapar “Malaria Monyet”

    BERBAGI
    ILUSTRASI (Ratna Sagar Shrestha/THT)
    ILUSTRASI (Ratna Sagar Shrestha/THT)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Proses pengobatan┬ásepasang suami istri, warga Aceh Barat, beberapa waktu lalu terpapar (terjangkit) “malaria monyet,” kini proses pengobatannya telah ditangani Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.

    Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Aceh, dr Wahyu Zulfansyah, kepada Waspadaaceh.com, Jumat (30/11/2018), mengatakan, kondisi kedua pasien telah berangsur pulih, namun masih tetap mendapat perawatan intensif.

    Dia menjelaskan, pasutri tersebut sehari-hari bekerja sebagai pencari ikan. Diduga keduanya kerap bermalam di hutan, sehingga tertular malaria monyet atau plasmodium knowlesi.

    “Sebenarnya, penyakit malaria monyet ini, bukan pertama kali terjadi di Aceh. Sebelumnya juga pernah menginfeksi warga di Aceh Besar dan Kota Sabang, beberapa tahun lalu,” sebutnya.

    Penyakit ini, kata dr Wahyu Zulfansyah, tidak berbahaya. Penularannya bukan dari manusia ke manusia, tapi dari monyet ekor panjang ke manusia. Sehingga, menurutnya, kemungkinan tersebarnya virus ini di kalangan masyarakat, sangat kecil kemungkinannya.

    Begitu pun pihak Dinkes Aceh, yang turun ke Aceh Barat, telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar hutan, tempat kedua pasutri itu terpapar malaria monye. Bentuk sosialisasi yang dilakukan adalah menyarankan agar warga tidur menggunakan kelambu yang telah direndam insektisida khusus, katanya.

    Sedangkan pasutri yang terpapar sudah diberikan pengobatan anti malaria, dan diharapkan ke depan dapat pulih seperti sedia kala.

    “Kami menaruh perhatian besar terhadap kemungkinan serangan malaria monyet lainnya kepada warga,” tukas dr Wahyu Zulfansyah.

    Seperti diketahui, dua warga di Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, Aceh, terserang penyakit malaria monyet. Pasangan suami-istri kini mendapat perawatan intensif di rumah sakit setempat.

    Kasus ini sempat membuat panik petugas kesehatan dan warga setempat. Soalnya, ada sekitar 100 warga dari satu desa yang mengalami gejala sakit yang sama, yaitu demam tinggi. Namun setelah diambil sampel darah, hanya dua orang yang dinyatakan positif terinfeksi malaria monyet, yaitu pasangan suami istri tersebut. (cho)

    BERBAGI