Puluhan Napi Kabur dari Lapas Lambaro, Aceh Besar

    BERBAGI
    Suasana di Lapas Lambaro, Kamis malam tadi, setelah dibobol para narapidana. (Foto/KBA.ONE/Fatma)
    Suasana di Lapas Lambaro, Kamis malam tadi, setelah dibobol para narapidana. (Foto/KBA.ONE/Fatma)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Puluhan Napi (narapidana) dilaporkan kabur (melarikan diri) dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lambaro, Aceh Besar, bagda magrib Kamis hari ini (29/11/2018), setelah para napi berhasil membobol penjara tersebut.

    Beberapa laporan menyebutkan kepada Waspadaaceh.com, para narapidana tersebut diduga menggunakan berbagai peralatan tukang untuk membobol penjara. Setelah membobol terali dan kaca, mereka kemudian melarikan diri ke berbagai arah.

    “Bisa jadi ada kegiatan pertukangan di dalam, lalu para napi mengambil alat linggis, martil dan peralatan tukang lainnya,” kata Kakanwil Kemenkum HAM Aceh, Agus Toyib, kepada Fatma, reporter KBA.ONE lewat telepon seluler malam tadi.

    Berita Terkait: Polisi Tangkap 9 Orang dari 113 Napi Kabur dari Lapas Lambaro

    Petugas memasang police line di sekitar penjara yang baru dibobol para narapidana. (Foto/Ist)
    Petugas memasang police line di sekitar penjara yang baru dibobol para narapidana. (Foto/Ist)

    Untuk mengantisipasi meluasnya pelarian napi, Toyib sudah meminta back up pasukan dari Polresta Banda Aceh dan Mapolda Aceh.

    “Ini insiden. Jadi kita pastikan tidak ada sipir atau petugas lapas yang terlibat,” tegas Toyib.

    Menurut perkiraan Toyib, jumlah napi yang kabur jumlahnya puluhan. “Tapi data lengkapnya.nanti kita sampaikan. Soalnya Pak Kepala Lapas tidak ada di tempat dan sedang bertugas di luar kota. Barangkali situasi ini yang dimanfaatkan para napi,” kata Toyib.

    Menurut salah seorang saksi, saat dia melintas di jalan depan lapas, langsung ditodong oleh para napi menggunakan senjata tajam.

    “Mereka mengancam menggunakan celurit dan membawa kabur sepeda motor saya,” kata saksi di lokasi kejadian.

    Saksi menambahkan para tahanan yang kabur itu berlari ke arah persawahan penduduk. “Saya ditolak di jalan hingga jatuh dan terluka,” tambah saksi. (***)

    BERBAGI