Derita Novi Prihatin, Ibu Hamil Mengidap Jantung Bocor

    BERBAGI
    Novi Irma Prihatin, pasien penderita jantung bocor, terduduk lemas di kediamannya Komplek BRR Desa Pulo Sarok, Aceh Singkil, Selasa (27/11/2018). (Foto/Arief H).
    Novi Irma Prihatin, pasien penderita jantung bocor, terduduk lemas di kediamannya Komplek BRR Desa Pulo Sarok, Aceh Singkil, Selasa (27/11/2018). (Foto/Arief H).

    Singkil (Waspada Aceh) – Seorang ibu hamil, Novi Irma Prihatin, 37, warga Desa Pulo Sarok, Aceh Singkil, mengaku pasrah dengan jantung bocor, penyakit yang dideritanya sejak beberapa bulan terakhir.

    Kesulitan ekonomi Novi yang tidak mampu membiayainya untuk berobat, perempuan hamil ini terpaksa menahan sakit dan berbaring di rumahnya. Dia pernah dibawa ke rumah sakit di Tapaktuan, tapi tidak lama.

    Rafiq, 44, suami Novi yang bekerja sebagai buruh bongkar muat di Pelabuhan Tangkahan Pulo Sarok, Singkil, kepada wartawan, Selasa (27/11/2018), mengatakan, akibat penyakitnya sebulan lalu, Novi sempat dirujuk ke Rumah Sakit Tapaktuan, Aceh Selatan.

    “Saya terpaksa membawa pulang istri dari rumah sakit Tapaktuan ke Singkil, karena semakin melemah dan tidak ada perubahan apa-apa. Mengingat kondisi keuangan juga, kami terpaksa pulang,” keluhnya.

    Rafiq dengan tanggungan enam orang anak itu, mengaku sudah pasrah atas nasib istrinya yang semakin melemah. Sementara dirinya merasa tidak mampu berbuat banyak akibat kondisi ekonomi.

    Hasil diagnosa dokter di Rumah Sakit Umum Tapaktuan, setelah menjalani tes USG, kandungannya yang berusia tujuh bulan dinyatakan sudah meninggal.

    “Dokter menganjurkan mereka harus kembali ke rumah sakit Tapaktuan setelah sepekan di Singkil. Namun untuk balik lagi mereka tidak mampu. Untuk biaya transportasi dan makan sehari-hari saja sudah tidak ada. Belum lagi kebutuhan anak-anak di rumah yang masih di bawah umur.

    “Pihak rumah sakit memberi izin kepada kami untuk pulang selama satu minggu ke Aceh Singkil, dan harus kembali lagi ke rumah sakit Tapaktuan dengan dibekali obat penyakit jantung. Namun dengan catatan jangan lewat satu hari pun,” ujarnya.

    Saat ini kondisi istri Novi hanya terbaring lemas di kursinya. Tidur malam tak nyenyak, sebab 5 menit terlelap, terbangun lagi. “Saya khawatir sekali, anak-anak saya masih kecil,” bebernya.

    Informasi yang didapat Waspadaaceh.com, Selasa (27/11/2018), Novi sudah kembali dirujuk ke RSUD Tapaktuan. Keberangkatan Novi mendapat donasi dari para donatur yang digalang Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Singkil. Dari sumber Group WhatsApp BFLF, donasi untuk Novi hingga Selasa mencapai Rp4.000.000. (Cah)

    BERBAGI