Derita Bocah Lumpuh Layu dari Pedalaman Mane, Pidie

    BERBAGI
    Ketua Komisi B DPRK Pidie, Anwar Husen, sedang membesuk Sakina Anaya yang sedang dirawat di salah satu ruang anak RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Selasa (27/11/2018). (Foto/Muhammad Riza)
    Ketua Komisi B DPRK Pidie, Anwar Husen, sedang membesuk Sakina Anaya yang sedang dirawat di salah satu ruang anak RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Selasa (27/11/2018). (Foto/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Sakina Anaya, 7,5 tahun, bocah asal Dusun Jambo Mie, Gampong Mane, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, sejak bayi tubuhnya tidak bisa bergerak. Sejak itu, sampai sekarang tubuh bocah perempuan itu terbaring lemas layu di tempat tidur.

    Sakina lahir dari keluarga kurang mampu di kawasan pedalaman Pidie, tepatanya di Dusun Blang Jambo Mie, Gampong Mane, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie. Sakina hanya mampu menangis, meringis melawan penyakinya, tanpa tersentuh perhatian pemerintah secara baik.

    Sedihnya lagi, sampai sekarang ini penyakit bocah perempuan pedalaman Pidie itupun belum terdeksi oleh tim medis. Lumrah saja, karena orang tuanya hanya mampu membawa Sakina dirawat di level Puskesmas.

    Ayahnya bernama Muhammad Suadi, 40, dan ibunya Nurlinda Wati, 35, sehari-hari berprofesi sebagai buruh tani di kawasan pegunungan Gampong Mane, Pidie. Mereka tidak mampu membawa putrinya itu untuk berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro, Sigli, yang jaraknya dari tempat tinggal mereka terpaut 70 Km.

    Hingga beberapa waktu lalu, Zulfikar ARZ, salah seorang penggiat sosial asal Pidie datang berkunjung ke rumah orang tua Sakina Anaya.

    “Kami begitu tahu dari masyarakat, ada anak yang katanya sudah sakit lama. Langsung datang ke rumahnya untuk melihat kondisi dek Sakina. Kemudia kami bujuk kedua orang tuanya untuk segera membawa Sakina ke RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli,” kata Zulfikar.

    Pengobatan Sakina Anaya akan ditanggung oleh pemerintah melalui program BPJS atau JKA. Biaya hidup pihak keluarga yang menjaga Sakina selama pengobatan di rumah sakit, akan dibantu oleh para hamba Allah melalui Zulfikar.

    Anuar Husen, Ketua Komisi B DPRK Pidie, saat menjenguk Sakina Anaya di salah satu ruang di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Selasa (27/11/2018), mengungkapkan rasa kekecewaanya terhadap petugas Dinas Kesehatan, yang menurutnya lalai dalam menangani kasus anak yang menderita sakit lumpuh sejak usia bayi tersebut.

    Kabid Pelayanan RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, dr Dwi Widjaya, membenar kan jika pihaknya sedang merawat anak berusia 7,5 tahun bernama Sakina dari Gampong Mane, Kecamatan Mane, Pidie. Bocah tersebut kata dia sudah dirawat oleh dr Faisal. SPA.

    Berdasarkan hasil diaknosa, bocah tersebut menderita gangguan fungsi otak sejak lahir (Crebral Palsy-red) yang mengakibatkan kakinya tidak dapat digerak.

    “Sekarang dalam perawatan kami, dan perkembangannya selalu dipantau oleh dokter spesialis anak. Mudah-mudahan ada perkembangan dalam proses penyembuhan,” harap dr.Dwi Widjaya. (b10)

    BERBAGI