650 Penari Geurangsang Meriahkan Pembukaan PORA XIII Jantho

    BERBAGI
    Kembangkan api turut memeriahkan pembukaan PORA XIII di Jantho, Aceh Besar, Senin malam. (Foto/Ist)
    Kembangkan api turut memeriahkan pembukaan PORA XIII di Jantho, Aceh Besar, Senin malam. (Foto/Ist)

    Kota Jantho (Waspada Aceh) – Sebanyak 650 penari geurangsang memeriahkan open ceremony Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII Aceh Besar yang berlangsung di Jantho Sport Center (JSC) pada Senin malam (19/11/2018).

    Pada devile kontingen kabupaten/kota, saat kontingen Kota Langsa melintasi podium kehormatan, terlihat hanya dua atlet putra dan putri. Belum diperoleh keterangan, ke mana para atlet Langsa yang lainnya.

    Gubernur Aceh dalam sambutannya menyebutkan, pembinaan atlet Aceh harus dilakukan berjenjang dan sering mengikuti kompetisi untuk bisa meraih prestasi. Seperti melalui PORA seterusnya untuk mengikuti Pra dan PON.

    Katanya, multi even olahraga ini merupakan jenjang pembinaan meraih prestasi di PON XX/2020 di Papua.

    Kecuali itu sebutnya, sukses pekan olahraga juga akan tersedianya sarana dan prasarana olahraga serta atlet potensial.

    Nova berharap melalui PORA yang dipusatkan di Jantho akan lahir atlet berprestasi dan menjadikan Jantho daerah wisata olahraga.

    Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, mengatakan, panitia menampilkan penari geurangsang itu sejalan dengan tagline PORA yang ke 13 di Jantho yaitu, Spirit of Aceh.

    Ia menambahkan, sarana dan prasarana di JSC nantinya dapat menjadi andalan bagi Aceh menggelar PON XXI/2024.

    Mawardi Ali menyatakan melaksanakan PORA merupakan suatu kebanggan dan telah mempersiapkan sebaik-baiknya.

    PORA, sebutnya diikuti 4047 atlet, 1445 official, 230 pelatih, 1600 wasit dan 1500 panitia, total 10 ribu. “Kami juga menyediakan konsumsi, akomodasi, dan waifi gratis,” ujarnya.

    Dengan tersedianya sarana olahraga, katanya, harus bisa diiringi atlet berprestasi. Atlet berprestasi tidak muncul secara tiba-tiba akan tetapi melalui proses pembinaan panjang dan kompetisi yang ketat.

    Sementara itu Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf, menyebutkan PORA adalah puncak pembinaan prestasi empat tahun sekali yang sasarannya Pra PON dan lolos PON XX/2020 di Papua.

    “Kita berharap para atlet di PORA dapat menampilkan prestasi puncak sehingga bisa menjadi duta Aceh di Pra PON,” ujar Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem ini.

    Mualem mengatakan, untuk meningkatkan prestasi menjadi tanggungjawab bersama. Perlu sarana dan anggaran.

    Selain itu, panitia PB menampilkan penyanyi nasional papan atas dan juga diiringi shalawat. Sehingga pembukaan lebih bagus dan sesuai adat dan budaya di Aceh.

    Sebelum pembukaan PORA ke 13 oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, tamu undangan yang berjumlah 1.000 orang, melaksanakan sholat Maghrib berjamaah di Masjid Al Munawarah, Aceh Besar. Kemudian dilanjutkan galadinner di Meuligoe Bupati.

    Setelah itu rombongan menuju lapangan bola kaki di JSC menyaksikan 650 penari geurangsang, yang tampil pada pembukaan PORA ke 13 tersebut.

    Batal Hadir

    Bupati Aceh Besar meminta maaf kepada masyarakat Aceh, karena Menpora Imam Nahrawi, tidak bisa datang dan membuka PORA ke 13. Sebab, Menpora mendampingi Presiden Joko Widodo dalam kegiatan lain.

    Padahal, kata Mawardi, seluruh persiapan untuk menyambut Menpora sudah dilakukan, termasuk menyediakan pakaian adat untuk Menpora.

    “Saya sudah menyiapkan baju adat, tapi beliau tidak bisa datang karena alasan mendampingi presiden,” pungkas Mawardi. (Adv)

    BERBAGI