Beranda Aceh Jalan Tangse Putus, Jembatan Ambruk dan Rumah Tertimbun Longsor

Jalan Tangse Putus, Jembatan Ambruk dan Rumah Tertimbun Longsor

BERBAGI
Jembatan gantung menghubungkan Gampong (desa-red) Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur,Pidie dengan Gampong Blang Beureueh, Mutiara ambruk setelah diterjang banjir luapan.Jumat (16/11/2018). (Foto/Muhammad Riza)
Jembatan gantung menghubungkan Gampong (desa-red) Beureueh Dua, Kecamatan Mutiara Timur,Pidie dengan Gampong Blang Beureueh, Mutiara ambruk setelah diterjang banjir luapan.Jumat (16/11/2018). (Foto/Muhammad Riza)

Sigli (Waspada Aceh) – Hujan lebat yang terjadi, Jumat malam (16/11/2018), mengakibat sejumlah kecamatan di Kabupaten Pidie diterjang banjir. Teparah terjadi di Tangse dan Mutiara Timur.

Pantauan Waspadaaceh.com, dampak dari musibah alam tersebut, mengakibatkan satu unit rumah milik Bakhtiar, 53, warga Gampong Blang Bungong, Kecamatan Tangse, Pidie tertimbun tanah longsoran gunung. Sepanjang 150 meter badan jalan negara lintas Beureunuen-Meulaboh, tepatnya di Gampong Blang Bungong putus.

Kemudian sepanjang 75 meter jalan kabupaten lintas Tangse-Gampong Peunlom Dua juga putus. Sementara itu di Kecamatan Mutiara Timur, satu unit jembatan Gantung menghubungkan Gampong Beureueh Dua dengan Blang Beureueh, Kecamatan Mutiara ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam musibah alam ini, hanya saja air bah masih menggenangi perkampungan dan areal persawahan penduduk.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Pidie, Samsul Bahri A Wahab, yang juga Ketua Partai Aceh, Kecamatan Tangse, mengungkapkan banjir yang melanda Kecamatan Tangse, telah merusak sejumlah infratruktur jalan. Diantaranya jalan lintas nasional dan kabupaten.

Akibat terputusnya jalan lintas Beureunuen-Meulaboh kendaraan dari dua arah harus melintasi jalan alternatif melalui Gampong Pulo Sunong,Tangse.

Sampai sekarang ungkap dia, Pemkab Pidie melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) belum tiba kelokasi. “ Saat saya koordinasi dengan BPBD Pidie, mereka mengatakan belum tahu,” lapor Samsul Bahri.

Menurut dia,  Pemkab Pidie dalam menangani musibah banjir dinilainya sangat lambat. Bantuan masa panik terhadap warga korban banjir hingga pukul 15:10 Wib, belum datang.

Dia mengungkapkan, untuk saat ini bantuan makanan dan alat berat sangat dibutuhkan warga terutama warga yang desanya telah terisolir akibat jalan putus. Akibat banjir, rumah warga terendam, berikut juga alat-alat dapur, beras dan lainnya sudah terbawa arus atau terendam banjir.

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, dikonfirmasi wartawan menjelaskan Pemkab Pidie telah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional Aceh, untuk menangani jalan yang putus di Kecamatan Tangse disebabkan banjir. “Sedangkan untuk bantuan masa panik, kita sudah koordinasi dengan Dinas Sosial,” katanya. (b10)

BERBAGI