Mantan GAM di Aceh Barat Serahkan Senjata Api dan Bendera ke TNI

    BERBAGI
    Prajurit TNI Kodim 0105 Aceh Barat mengamankan satu pucuk senjata api dan lima lembar bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) usai diserahkan oleh mantan kombatan di Kecamatan Panton Reue, Aceh Barat, Minggu (11/11/2018). (Foto/Dedi Iskandar).
    Prajurit TNI Kodim 0105 Aceh Barat mengamankan satu pucuk senjata api dan lima lembar bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) usai diserahkan oleh mantan kombatan di Kecamatan Panton Reue, Aceh Barat, Minggu (11/11/2018). (Foto/Dedi Iskandar).

    Meulaboh (Waspada Aceh) – Seorang mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Kecamatan Panton Reue, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (11/11/2018) menyerahkan sepucuk senjata api laras pendek kepada prajurit TNI di Kodim 0105.

    Selain satu pucuk senjata api, mantan GAM yang tak disebutkan identitasnya tersebut turut menyerahkan lima butir peluru.

    Senjata dan lima peluru tersebut diterima oleh Dandim 0105/ Aceh Barat Letkol Kav Nurul Diyanto.

    Dandim 0105 Aceh Barat Letkol Kavaleri Nurul Diyanto kepada sejumlah wartawan di Meulaboh mengatakan, senjata api yang diserahkan tersebut selama ini sudah lama disimpan oleh yang bersangkutan.

    Menurutnya, senjata api yang belum teridentifikasi tersebut, selama ini ditanam di dalam hutan di sebuah kawasan di Kecamatan Panton Reue.

    Serah terima senjata tersebut, kata Dandim Nurul Diyanto, berlangsung di Posko Satgas TMMD ke 103 di Desa Antong, Kecamatan Panton Reue, Aceh Barat.

    Saat ditanyai identitas mantan GAM yang menyerahkan satu pucuk senjata tersebut, Dandim Nurul Diyanto enggan membeberkan identitas pemilik senjata..

    Ia beralasan, apabila pihaknya memberitahukan identitas pemilik senjata api, hal itu dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan penyerah senjata.

    Ia menambahkan, senjata ini diserahkan secara sukarela dalam momentum yang juga cukup tepat. Karena saat ini sedang dilangsungkan pelaksanaan program TMMD di kawasan ini.

    “Kita sudah menyimpan senjata itu untuk diteliti, mengingat senjata tersebut sudah berkarat karena diduga sudah lama ditanam dalam tanah,” ujarnya.

    Selain senjata dan lima butir peluru, mantan anggota GAM itu juga menyerahkan dua lembar bendera bintang bulan yang telah lama disimpan.

    Dandim Nurul Diyanto mengimbau kepada seluruh masyarakat di Aceh Barat untuk bisa berkoordinasi dengan pihaknya apabila masih menyimpan senjata bekas konflik.

    “Kalau ada masyarakat yang masih menyimpan, mumpung kita masih ada di sini, mungkin dapat dikoordinasikan untuk penyerahan agar lebih aman,” kata Dandim. (b01/ded)

    BERBAGI