Lagi, Ternak Kerbau Mati Mendadak di Nagan Raya

    BERBAGI
    Warga Desa Gunung Pungki, Tadu Raya, Nagan Raya, memperlihatkan satu ekor ternak kerbau yang mati mendadak akibat terkena serangan penyakit ngorok. (Foto/Dedi Iskandar)
    Warga Desa Gunung Pungki, Tadu Raya, Nagan Raya, memperlihatkan satu ekor ternak kerbau yang mati mendadak akibat terkena serangan penyakit ngorok. (Foto/Dedi Iskandar)

    Suka Makmue (Waspada Aceh) – Setelah mereda selama beberapa pekan, kasus kematian ternak kerbau secara mendadak milik masyarakat di Desa Gunung Pungki, Tadu Raya, Nagan Raya, kembali terjadi.

    Pada Senin (12/11/2018), warga di kawasan pegunungan tersebut kembali menemukan ternak warga yang mati mendadak, di dalam sebuah kolam yang berada tak jauh dari pemukiman warga dan perkebunan kelapa sawit. Saat ditemukan, kondisi ternak tersebut dalam keadaan sudah tidak bernyawa dan mengapung di dalam air.

    Ketua Pemuda Desa Gunung Pungki, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, Saiful Bahri kepada Waspadaaceh.com, Senin (12/11/2018) mengatakan, akibat ditemukannya kasus ternak kerbau yang mati mendadak, menyebabkan warga di kawasan ini khawatir.

    Pasalnya, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, telah menyebabkan ratusan ekor ternak kerbau dan sapi milik warga mati. Mereka menduga kuat diserang penyakit ngorok alias SE (Septichaemia Epizootica).

    Saiful Bahri mengaku, meski sudah pernah dilakukan penanganan oleh tim penyuluh dari Dinas Peternakan Nagan Raya, namun kasus kematian ternak di Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya hingga kini belum bisa teratasi dengan baik.

    “Kalau ternak warga terus-menerus mati, yang rugi masyarakat. Karena harus kehilangan harta benda,” keluhnya.

    Anggota DPRK Nagan Raya, Cut Man, kepada Waspadaaceh.com, usai menerima laporan warga mengatakan, dampak dari banyaknya ternak kerbau dan sapi milik warga yang mati di Kecamatan Tadu Raya, telah menimbulkan rasa prihatin.

    Dia berharap pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan pencegahan dan pengobatan, sehingga kematian ternak secara mendadak dapat segera dihentikan di Nagan Raya, tegas Cut Man. (b01/ded)

    BERBAGI