Beranda Aceh Banjir Robohkan Jembatan Rangka Baja di Aceh Barat

Banjir Robohkan Jembatan Rangka Baja di Aceh Barat

BERBAGI
Warga melihat jembatan rangka baja yang ambruk di lintasan Meulaboh-Pante Ceureumen di kawasan Sawang Teubee, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat. (Foto/Dedi Iskandar)
Warga melihat jembatan rangka baja yang ambruk di lintasan Meulaboh-Pante Ceureumen di kawasan Sawang Teubee, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat. (Foto/Dedi Iskandar)

Meulaboh (Waspada Aceh) – Sebuah jembatan rangka baja yang menghubungkan antar kecamatan Kaway XVI dan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Senin (12/11/2018), ambruk setelah bagian abutmen jembatan diterjang banjir.

Akibatnya, akses transportasi ribuan masyarakat di wilayah itu terganggu lantaran bagian jembatan tersebut miring dan hampir jatuh ke dalam sungai. Pantauan Waspadaaceh.com, kerusakan jembatan yang sudah lama rusak parah tersebut hingga Senin pagi, tak bisa lagi digunakan masyarakat.

Kapolres Aceh Barat, AKBP H Raden Bobby Aria Prakasa SIK melalui Kapolsek Kaway XVI Ipda Andry J didampingi Kanit Reskrim Bripka Limocty Resdianto kepada wartawan mengatakan, dampak robohnya jembatan penghubung antar kecamatan di wilayah itu telah mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu.

Polisi menduga, jembatan tersebut roboh akibat terjangan arus sungai yang sangat deras, sehingga menyebabkan kepala jembatan (abutmen) di bagian timur menuju ke Kecamatan Pante Ceureumen, roboh.

“Untuk saat ini di lokasi kejadian sudah kita pasang garis polisi, hal ini guna menghindari jatuhnya korban jiwa di kalangan masyarakat khususnya pengguna jalan,” kata Bripka Limocty Resdianto.

Sementara itu, Camat Pante Ceureumen, Aceh Barat, Teuku Juanda yang dikonfirmasi secara terpisah, mengatakan, dampak robohnya jembatan rangka baja tersebut telah menyebabkan aktivitas puluhan ribu warga di kawasan ini terganggu.

“Jembatan ini sudah lama rusak di bagian abutmennya, tapi karena tak pernah diperbaiki, akhirnya tadi malam ambruk,” katanya.

Dampak kerusakan parah yang terjadi, menyebabkan warga terpaksa menempuh jalur lain untuk menjual aneka hasil bumi ke ibukota kabupaten. Mengingat warga tidak punya pilihan lain, lantaran jalur akses utama badan jalan telah putus total. (b01/ded)

BERBAGI