Beranda Nasional Dialog Peradaban Islam di Frankfurt, Jerman, Bersama Amirsyah Tambunan

Dialog Peradaban Islam di Frankfurt, Jerman, Bersama Amirsyah Tambunan

BERBAGI
Dr.Amirsyah Tambunan (kanan) bersama Ahmad Mun'im, Konselor Bidang Ekonomi di Frankfurt, Jerman. (Foto/Ist)
Dr.Amirsyah Tambunan (kanan) bersama Ahmad Mun'im, Konselor Bidang Ekonomi di Frankfurt, Jerman. (Foto/Ist)

Medan (Waspada Aceh) – Islam Washatiyah, upaya mengatasi berbagai aliran dan peradaban yang menyimpang, menjadi tema dialog bersama Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr.Amirsyah Tambunan, di Masjid Indonesia di Frankfurt, Jerman, belum lama ini.

Amirsyah Tambunan kepada Waspadaaceh.com di Medan, Sabtu (10/11/2018), dalam dialog yang diikuti masyarakat Indonesia Jerman itu, diskusi membahas isu-isu peradaban, seperti disimpulkan dalam tesis Samuel Phillips Huntington, berjudul The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order (Benturan antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia), yang menyebutkan bahwa akar kekerasan berasa dari agama.

Menurut Tambunan, pendapat tersebut muncul karena ketidak pahaman terhadap agama, bahkan salah pahaman terhadap agama. Padahal agama mengajarkan perdamaian, tidak mengajarkan permusuhan, ujarnya.

Tambunan menyebutkan, sebaliknya muncul keyakinan dan paham yang menyimpang dari penganut agama dengan dua kutub, ektrim kiri dan ektrim kanan. Terhadap fenomena ini Islam mengharamkan bom bunuh diri.

Dalam dialog  tersebut, Tambunan juga memperbincangkan Islam wasathiyah, yang bermakna tawassuth, merupakan jalan tengah yang lurus. Tidak ekstrim kanan atau kiri, bermakna juga I’tidal, berlaku proporsional, adil, toleran dan bertanggungajwab.

“Sejatinya Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam (Islam rahmatan lil ‘alamin) dalam persepektif wasathiyah adalah memahami Islam sebagai jalan tengah menjadi saksi untuk menegakkan keadilan,” lanjut Tambunan.

“Islam Wasathiyah, upaya mengatasi berbagai aliran dan peradaban yang menyimpang. Dialog dihadiri berbagai latar belakang pendidikan dan usia yang berasal dari masyarakat Indonesia di Jerman. Dialog berjalangsung penuh kehangatan dan keakraban.”

Tambunan menyebutkan, kini Eropa sebagai saksi sejarah atas kejayaan Islam. Apakah Islam akan bangkit dari Timur ke Barat untuk membangun peradaban yang seimbang antara dunia-akhirat ? Hal inilah yang menjadi tantangan sekaligus agenda para mujahid Islam di berbagai belahan dunia agar dapat menjadi saksi sejarah dalam memajukan peradaban Islam.

“Langkah konkrit harus dilakukan adalah menghadirkan dunia pendidikan dalam berbagai media guna memberikan pemahaman Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam,” kata Tambunan. (Al-Farizi)

BERBAGI