Beranda Aceh Tanaman Melinjo Pidie Tak Terawat

Tanaman Melinjo Pidie Tak Terawat

BERBAGI
Asisten II Setdakab Pidie, H Madan, SE,Msi (Foto/Ist)
Asisten II Setdakab Pidie, H Madan, SE,Msi (Foto/Ist)

Sigli (Waspada Aceh) – Kendati tanaman melinjo (gnetum gnemon linn-red) banyak tumbuh di Kabupaten Pidie, namun sayangnya tanaman itu tidak terawat dengan baik, meski memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Di Pidie banyak kebun melinjo, tetapi kalau saya istilahkan, itu bukan kebun melinjo. Tetapi lebih pantas kita sebut, itu hutan melinjo. Karena di dalamnya, tumbuh batang sentang, kelapa, sirsak dan tanaman-tanaman lainnya,” kata Asisten II Setdakab Pidie, H.Madan,SE,Msi, kepada Waspadaaceh.com, Rabu (7/11/2018).

Menurut Madan, pohon melinjo di Pidie tampak tidak terawat dengan baik. Sehingga pengembangan tanaman melinjo yang menurut kepatutan dan seharusnya, tidak terjadi, kata Asisten II Setdakab Pidie tersebut.

Dia mengatakan, akibat dari tidak adanya perawatan dan peremajaan terhadap tanaman melinjo yang banyak tumbuh di berbagai pelosok gampong (desa-red) di Pidie, sangat berpengaruh pada hasil dan kualitas produksi emping melinjo yang sudah cukup dikenal di Indonesia itu.

Madan menegaskan bawah masyarakat Pidie sadar biji dan emping melinjo memiliki nilai ekonomi tinggi. Baik karena harga jual yang relatif tinggi maupun sebagai komoditi ekspor yang dapat mendatangkan devisa.

“Karena itu bapak Bupati Pidie, Roni Ahmad, sangat menyambut baik hasil rekomendasi yang dilakukan oleh Tim Inisiator Pengembangan Melinjo (TIPM) Pidie. Dan beliau (Bupati Pidie-red) langsung memerintahkan kami dan SKPK terkait, untuk menyusun langkah-langkah strategis untuk mengembalikan kuantitas dan kualitas melinjo,” ujar Madan. (b10).

BERBAGI