Beranda Aceh Produksi Melinjo di Pidie Menurun

Produksi Melinjo di Pidie Menurun

BERBAGI
Bupati Pidie, Roni Ahmad, atau akrab disapa Abusyik menerima delegasi Tim Inisiator Pengembangan Melinjo Pidie di ruang kerjanya, Senin (5/10/2018). (Foto/Muhammad Riza)
Bupati Pidie, Roni Ahmad, atau akrab disapa Abusyik menerima delegasi Tim Inisiator Pengembangan Melinjo Pidie di ruang kerjanya, Senin (5/10/2018). (Foto/Muhammad Riza)

Sigli (Waspada Aceh) – Potensi dan produksi biji melinjo sebagai bahan baku emping di Kabupaten Pidie, beberapa tahun terakhir terus menurun. Jika tidak dikembangkan, komoditi pangan ini bisa punah.

“Sementara terhadap potensi dan produksi melinjo seperti untuk kebutuhan home industri serta penyebarannya belum memiliki data konkrit” kata Dr. Ir Fauzi Harun. M.Si, salah seorang Tim Inisiator Pengembangan Melinjo (TIPM) Pidie, usai bertemu Bupati Pidie, Roni Ahmad, di kantor bupati, Senin (5/11/2018).

Fauzi Harun datang ke kantor Bupati Pidie bersama enam anggota TIPM Pidie dan beberapa orang dari perwakilan Duek Pakat pengembangan melinjo Pidie. Beberapa anggota TIPM Pidie, yang hadir antara lain, Rauna Mahfud, S.Sos, Bahagia Bakhri, Nadri Hamzah.S.Sos, Muhammad S.Hut, dan Tgk Adnan Ubat.

Lebih lanjut, Fauzi Harun menjelaskan, tanaman melinjo itu salah satu tanaman endemik yang tumbuh di Pidie, dan telah dimanfaatkan secara turun temurun di kalangan masyarakat Pidie. Artinya, kata dia, tanaman melinjo itu tumbuh dengan sendirinya di Pidie, bukan ditanam secara khusus.

Namun sejalan dengan waktu, potensi dan produksi melinjo di Pidie sekarang ini terus terjadi penurunan. Setiap Minggu, kata dia, sebanyak delapan ton biji melinjo dari daerah lain masuk ke Kota Beureunuen, Kabupaten Pidie.

Belum ada suatu upaya maksimal apa yang telah dilakukan oleh para pihak termasuk Pemkab Pidie. Oleh karena itu pihaknya perlu melakukan Duek Pakat (musyawarah-red), guna menyamakan persepsi terkait kondisi tanaman melinjo yang produksinya terus terjadi penurunan. (b10)

BERBAGI