Beranda Pariwara Membangun Ekonomi Aceh dengan Kemudahan Investasi

Membangun Ekonomi Aceh dengan Kemudahan Investasi

BERBAGI
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, didampingi Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, menabuh gendang pada membukaan acara IMT-GT Sustainable Urban Development Workshop di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, belum lama ini. (Foto/Ist)
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, didampingi Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, menabuh gendang pada membukaan acara IMT-GT Sustainable Urban Development Workshop di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, belum lama ini. (Foto/Ist)

Banda Aceh – Memang, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI tahun 2017, Provinsi Aceh berada di ranking 34 dalam hal merealisasikan investasi Penanaman Modal Asing (PMA). Sepanjang tahun 2017, investasi dari PMA di Aceh, hanya mencapai 8,8 Dolar Amerika dari sekitar 75 proyek.

Tentu posisi itu cukup mengecewakan kita semua. Mengingat, tidak sedikit anggaran yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Aceh melalui dinas terkait, dalam melaksanakan berbagai event, untuk menggenjot masuknya investasi asing ke wilayah ini.

Karena itu pula, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam berbagai kesempatan, selalu menekankan kemudahan investasi di Aceh bagi para investor, baik investor nasional mau pun investor asing.

“Kami berharap siapa saja dapat berinvestasi di Aceh. Kami jamin tidak ada masalah dalam proses investasi di Aceh, dan pemerintah akan memberi berbagai kemudahan,” kata Nova Iriansyah, saat menerima Konsulat Jenderal RI untuk Turki, Herry Sudrajat, yang membawa rombongan investor asal Turki, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh di Banda Aceh, Juli 2018.

Plt Gubernur menjelaskan, Provinsi Aceh masih sangat membutuhkan kerjasama dari para investor, untuk mendorong perekonomian serta mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, ketika menerima Konsulat Jenderal RI untuk Turki, Herry Sudrajat, yang membawa rombongan investor asal Turki, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh di Banda Aceh, Juli 2018. (Foto/Ist)
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, ketika menerima Konsulat Jenderal RI untuk Turki, Herry Sudrajat, yang membawa rombongan investor asal Turki, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh di Banda Aceh, Juli 2018. (Foto/Ist)

“Aceh harus dibantu, karena saat ini angka-angka statistik masih belum berpihak kepada kami. Angka kemiskinan Aceh masih cukup tinggi, pertumbuhan ekonomi kita masih di bawah nasional dan inflasi juga tinggi,” kata Nova Iriansyah.

Untuk keluar dari permasalahan itu, tentu solusinya harus meningkatkan daya saing berinvestasi di Aceh, dengan menawarkan berbagai kemudahan dan fasilitas serta isentif bagi investor.

Bahkan Plt Gubernur Aceh juga telah mengingatkan SKPA (Satuan Kerja Pemerintah Aceh) atau dinas terkait untuk membantu memberi kemudahan kepada para investor yang akan berinvestasi di Aceh dengan berbagai kemudahan perizinan. Termasuk juga kepada investor yang ingin membangun industrinya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

Membangun Masa Depan Aceh

Sepanjang tahun 2018, sudah mulai terlihat adanya pergerakan yang menggembirakan, terkait dengan iklim investasi di Aceh. Selain Turki, beberapa investor dari manca negara juga menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di Provinsi Aceh.

Ketika diterima Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Konsulat Jenderal RI untuk Turki, Herry Sudrajat, memaparkan sejumlah peluang investasi yang dilirik oleh rombongan investor yang datang bersamanya ke Aceh.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak dan Pangdam IM, Mayjen TNI Teguh Indratmoko, terlihat kompak, saat menghadiri apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata Rencong 2018, di Banda Aceh. (Foto/Ist)
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak dan Pangdam IM, Mayjen TNI Teguh Indratmoko, terlihat kompak, saat menghadiri apel gelar pasukan Operasi Mantap Brata Rencong 2018, di Banda Aceh. (Foto/Ist)

Bahkan Managing Director Hitay Energy Holdings, Julfi Hadi, yang turut dalam rombongan tersebut menyampaikan komitmen perusahaannya untuk berinvestasi di bidang energi panas bumi di Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah.

Selain itu, General Manager Dunya Kozmetik Sanayi AS, Aydin Cicek, pada kesempatan itu juga menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di Aceh. Intinya, perwakilan perusahaan Turki lainnya juga memberikan apresiasi positif untuk berinvestasi di Aceh, misalnya General Manager PT Rosin Trading International dan Wangsa Energi Prakarsa.

Sebelumnya, pada Mei 2018, perusahaan energi asal Korea Selatan, BS Energy, menyatakan sangat tertarik untuk menggarap potensi listrik Krueng Tripa di Gayo Lues dan Nagan Raya. PLTA di dua kabupaten itu punya potensi energi sebesar 306 megawatt.

Ketika itu Wakil Presiden BS Energy, Mr. Kwon, mengungkapkan, perusahaan mereka telah berpengalaman berinvestasi di bidang energi di Indoensia. Sebelumnya BS Energy telah menggarap PLTA Wampu di Sumatera Utara (45 MW), PLTA Semangka di Lampung (56 MW) dan PLTA Siborpa (114 MW).

Di dua tempat tersebut BS Energy akan berinvestasi 1.050 Dolar Amerika, yaitu Tripa 2 senilai 400 Dolar Amerika (114 MW) dan 650 Dolar Amerika investasi di Tripa 3 (192 MW).

Plt Gubernur Aceh melalui Kepala Biro Humas dan Protokol, Rahmad Raden, mengatakan kepada Waspada, Jumat (02/11/2018), terkait realisasi investasi perusahaan energi Korea itu, seluruh proses perizinan awal sudah diselesaikan.

Kedua perusahaan tersebut, kata Rahmad Raden, saat ini sedang pada tahap pra kualifikasi dari PLN.  Kepala Biro Humas dan Protokol Aceh juga mengungkapkan, pada September 2018, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, telah menerima kunjungan Political Officer, Carolyn Wilson, didampingi Detective Inspector, Julian Rinckes dari Kedutaan Besar Selandia Baru, dalam rangka menjajaki peluang kerjasama investasi.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, pada acara pembukaan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah tahun 2018 di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, 18 September 2018. (Foto/Ist)
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, pada acara pembukaan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah tahun 2018 di AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, 18 September 2018. (Foto/Ist)

Dalam pertemuan tersebut, Plt Gubernur bersama Carolyn dan Julian, mendiskusikan berbagai peluang investasi  dan kerjasama antara Pemerintah Aceh dengan Selandia Baru, antara lain dalam bidang energi, pariwisata, agro industri dan pendidikan.

Di bidang energi, pada kesempatan itu Nova Iriansyah mengungkapkan bahwa Pemerintah Aceh sedang menggarap beberapa proyek geothermal, seperti Goethermal Jaboi di Sabang, Seulawah dan Gunong Geuruedong.

Untuk Sabang,  potensi panas bumi diperkirakan mencapai 80 MW . Hingga saat ini pengeboran yang telah selesai dilakukan menghasilkan 16 MW. Sedangkan Proyek Geothermal Seulawah dan Gunong Geurudong masih dalam tahap survey potensi energi sehingga diketahui seberapa besar yang akan dihasilkan.

Pada kesempatan tersebut, kata Rahmad Raden, Plt Gubernur juga menyampaikan peluang investasi kepada Selandia Baru, dalam bidang pariwisata di Sabang dan Pulau Banyak.

Sebenarnya, ada beberapa negara yang tertarik untuk berinvestasi di Aceh. Bahkan sebagian sudah memulai investasinya, misalnya di bidang pertambangan emas dan mineral. Belum lagi perusahaan yang akan berinvestasi di kawasan KEK Arun Lhokseumawe.

Tentu saja ini akan menjadi tugas berat Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, untuk meningkatkan kinerja tim ekonomi, sehingga para investor tertarik untuk membangun industrinya di Provinsi Aceh.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, tentu lebih mengetahui, apa yang harus dia lakukan untuk kembali membangun optimisme masa depan Aceh. (Adv)

Baca Juga: Optimisme Menuju Aceh Hebat

Plt Gubernur Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian Pendapat Gubernur Aceh

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here