Beranda Life Style Survei IHEU: Malaysia, Brunei dan Saudi, Tempat Terburuk bagi Ateis

Survei IHEU: Malaysia, Brunei dan Saudi, Tempat Terburuk bagi Ateis

BERBAGI
ILUSTRASI (Foto/Ist)
ILUSTRASI (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – International Humanist and Ethical Union (IHEU) dalam paparannya di depan Majelis Umum PBB, baru-baru ini, menempatkan Arab Saudi sebagai tempat terburuk untuk seorang ateis terutama karena undang-undang negara itu menyamakan tidak beragama dengan terorisme.

Pada pemeringkatan tahun 2018 ini, IHEU juga menempatkan Malaysia dan Brunei Darussalam menduduki urutan terburuk ke delapan dan sepuluh sedunia.

Sementara Indonesia masih dianggap buruk walaupun tak ada lagi laporan individual seperti yang terjadi di Sumatra Barat pada 2012, Alexander A’an, PNS yang dihukum karena mengaku dirinya ateis.

“Ini adalah yang pertama di dunia. Untuk pertama kalinya laporan kami memperlihatkan, secara meyakinkan dan tepat, diskriminasi yang dihadapi orang di dunia karena tidak percaya pada agama. Laporan ini memperlihatkan gambaran yang suram, terkait dengan diskriminasi signifikan yang dihadapi teman dan kolega yang tidak beragama di dunia,” demikian dikatakan Presiden IHEU, Andrew Copson lewat situsnya, sebagaimana dilaporkan BBC Indonesia.

Dia mengatakan, saat terjadi peningkatan nasionalisme, orang-orang yang cukup berani mengecam pemimpin keagamaan konservatif masih dipandang buruk, tidak patriotik dan subversif.

Meskipun pemeringkatan baru dilakukan pertama kali, keadaan kebebasan berpikir di Indonesia tidak berubah banyak dan dipandang tetap buruk dengan peringkat 183 dari 196 negara yang diteliti IHEU.

“Itu cukup tinggi, cukup buruk terkait dengan angka yang terakumulasi untuk sebuah negara. Dan ini terutama karena masalah kurangnya sekularisme. Terdapat banyak norma dan nilai agama yang ada di dalam ideologi negara. Ini tidak terlalu berubah,” kata Bob Churchill, direktur komunikasi dan kampanye organisasi ini kepada Nuraki Aziz, yang melaporkan untuk BBC Indonesia.

Sementara itu, tempat teratas untuk negara yang paling nyaman bagi ateis atau humanis adalah Taiwan, Belanda dan Belgia. Para peneliti memandang Taiwan mengakui banyak agama tetapi tetap memberikan jaminan keamanan hak penduduk yang tidak mempercayai agama.

Tapi sayangnya IHEU tidak memberi keterangan tentang negara-negara yang paling tidak nyaman bagi orang-orang yang menjalankan keyakinan agamanya. Sebab laporan-laporan menyebutkan, masih ada negara yang melarang atau mempersulit warganya yang ingin menjalankan ibadahnya. (Ria)

BERBAGI