Plt Gubernur: Aceh Harus Mandiri Benih dan Surplus Padi

    BERBAGI
    Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Ketua DPP Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia, Isran Noor dan Bupati Aceh Barat, H Ramli MS pada pembukaan Jambore Penyuluh Pertanian ke 2 yang dipusatkan di Meulaboh, Aceh Barat, Minggu (4/11/2018). (Foto/Dedi Iskandar).
    Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Ketua DPP Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia, Isran Noor dan Bupati Aceh Barat, H Ramli MS pada pembukaan Jambore Penyuluh Pertanian ke 2 yang dipusatkan di Meulaboh, Aceh Barat, Minggu (4/11/2018). (Foto/Dedi Iskandar).

    Meulaboh (Waspada Aceh) – Provinsi Aceh harus mandiri benih padi di tahun 2019 dan surplus pagi di tahun 2020, kata Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat membuka Jambore Penyuluh Pertanian ke 2 di Meulaboh, Aceh Barat, Minggu pagi (4/11/2018).

    Nova mengatakan, tahun 2017 lalu, realisasi produksi padi Aceh mencapai 2,49 juta ton. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2016 lalu sebesar 13,13% (289.621 ton).

    “Dinas Pertanian dan Perkebunan harus dapat meningkatkan produksi pertanian, terutama tanaman padi. Dari capaian produksi tahun 2017 sebesar 2.4 juta ton GKP menjadi 2,5 juta ton pada tahun 2018. Serta 2,6 Juta ton target capaian tahun 2019,” kata Nova.

    Keberhasilan itu, kata Nova, tidak terlepas dari kerja keras penyuluh pertanian dalam melakukan pengawalan dan pendampingan kepada para petani.

    Para Penyuluh Pertanian, baik PNS, THL-TB, Penyuluh Pertanian Swadaya, hingga Pimpinan Balai Penyuluhan Kecamatan, telah melaksanakan peran yang strategis dalam kegiatan penyuluhan melalui pendampingan bagi petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani dan kelembagaan ekonomi petani.

    Namun demikian, Nova meminta agar penyuluh pertanian, tidak hanya terpaku pada peningkatan produksi. Penyuluh pertanian masih dituntut untuk meningkatkan perannya dalam mengembangkan dan memberdayakan para petani.

    Plt Gubernur juga menyebutkan, penyuluh harus meningkatkan akses sosial yang dapat memberikan informasi pasar, teknologi dan dapat menghasilkan produk yang bermutu serta mampu mengembangkan diri untuk menjadi pengelola usaha agribisnis yang handal dan mandiri.

    “Saya berharap, melalui Jambore Penyuluh Pertanian ini, semangat dan upaya mewujudkan hal tersebut dapat segera direalisasikan,” kata Nova.

    Pertanian, lanjutnya, merupakan profesi paling konsisiten dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Sebanyak 43,71 persen penduduk Aceh diketahui berprofesi sebagai petani.

    Semangat dan kinerja produksi para petani tersebut diharapkan bisa membuat hasil produksi meningkat dan Aceh bisa surplus padi di tahun 2018.

    Sementara itu Bupati Aceh Barat, H Ramli MS, mengharapkan para penyuluh pertanian se Aceh yang datang ke Meulaboh, dapat memberi masukan pada dirinya dalam mengembangkan pertanian di Aceh Barat.

    “Agenda ini (Jambore Penyuluh) semoga bisa dikembangkan menjadi program pertanian di Aceh Barat,” katanya.

    Sementara itu, Ketua DPP Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia, Isran Noor, menyebutkan kegiatan penyuluhan di Aceh sangat berkembang.

    Dia pernah meninjau di beberapa lokasi seperti di Saree dan Takengon. Aceh, kata dia, merupakan salah satu produsen produk pertanian terbaik seperti kedelai dan padi.

    “Ini pertanda kemajuan di bidang pertanian di Aceh berhasil,” kata Isran Noor.

    Isran Noor yang juga menjabat Gubernur Kalimantan Timur itu mengatakan, selama ini dalam beberapa pengadaan kebutuhan alat-alat dan sarana pertanian, pengadaannya dilakukan di tingkat pusat. Hal itu membuat apa yang diberikan pemerintah menjadi hal yang mubazir karena tidak dapat dipakai oleh para petani.

    “Ke depan sebaiknya dalam mengadakan kebutuhan pertanian, konsultasi dulu dengan penyuluh dan petaninya,” kata Irsan Noor.

    Jambore Penyuluhan Pertanian ke 2 diikuti oleh sekitar 3.000 penyuluh pertanian dari seluruh Aceh. Selain ajang temu para penyuluh, pada kegiatan itu juga dipamerkan produk unggulan pertanian, seminar nasional dan temu profesi serta expo ternak.

    Jambore itu ikut menghadirkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan BPPSDMP, Momon Rusmono dan Ketua KTNA Pusat, Winarno Tohir. Mereka ikut menjadi pembicara bersama Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia dan Plt. Gubernur Aceh. (b01/ded)

    BERBAGI