Beranda Profil Jeff Bezos Tetap Terkaya, Meski Kehilangan Rp289,8 Triliun

Jeff Bezos Tetap Terkaya, Meski Kehilangan Rp289,8 Triliun

BERBAGI
Jeff Bezos, begitu orang menyebut namanya, adalah pendiri, chaiman, CEO, presiden sekaligus pemilik saham mayoritas perusahaan teknologi terbesar di dunia, Amazon.com. (Foto/Ist)
Jeff Bezos, begitu orang menyebut namanya, adalah pendiri, chaiman, CEO, presiden sekaligus pemilik saham mayoritas perusahaan teknologi terbesar di dunia, Amazon.com. (Foto/Ist)

Waspada Aceh – Siapa tidak kenal Jeffrey Preston Bezos? Lelaki berkepala plontos kelahiran 12 Januari 1964 ini adalah pengusaha terkaya dunia sepanjang sejarah modern. Kekayaan bersihnya diperkirakan mencapai Rp2.500 triliun.

Jeff Bezos, begitu orang menyebut namanya, adalah pendiri, chaiman, CEO, presiden sekaligus pemilik saham mayoritas perusahaan teknologi terbesar di dunia, Amazon.com. Dia pernah terpilih sebagai Person of The Year oleh majalah TIME.

Belum lama ini, beberapa media di Amerika dan Eropa melaporkan, Jeff Bezos, telah mengalami kerugian terbesarnya pada Oktober tahun ini. Perusahaan miliknya harus merelakan kehilangan uang sebesar US$19,2 miliar atau sekitar Rp289,8 triliun pada kuartal ketiga 2018 akibat turunnya nilai saham perusahaan e-commerce itu (Amazon.com).

Itu merupakan kali kedua Amazon mengalami penurunan dalam pasar saham di Amerika Serikat (AS). Jeff Bezos merupakan pemegang saham terbesar di perusahaan perdagangan multinasional tersebut. Penurunan saham Amazon yang mencapai angka 8 persen dilaporkan telah menghilangkan dana sebesar US$14 miliar atau sekitar Rp211,5 triliun miliknya.

Namun begitu, meski Jeff Bezos kehilangan uang sebanyak itu, tapi dia tetap tercatat sebagai orang terkaya di dunia. Besarnya kerugian tidak melemahkan kedudukannya.

Menurut Business Today, kabar terakhir mengenai total kekayaan yang dimiliki Jeff Bezos ini masih memiliki total sekitar US$138 miliar dan diikuti oleh orang terkaya kedua dunia, Bill Gates, yang memiliki kekayaan sekitar US$93 miliar.

Jeff Bezos yang lulusan Universitas Princeton, pernah menjadi anggota Phi Beta Kappa. Dia juga pernah bekerja sebagai analis keuangan untuk D.E.Shaw & Co, sebelum kemudian mendirikan Amazon tahun 1994. (Ria)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here