Beranda Wisata & Travel Dinas Pariwisata Aceh Jalankan Program Pengembangan Wisata di Aceh Tenggara

Dinas Pariwisata Aceh Jalankan Program Pengembangan Wisata di Aceh Tenggara

BERBAGI
Wakil Bupati Agara, Bukhari, memberikan training kit dan tas bagi peserta pelatihan pengembangan pariwisata di Aula Bappeda setempat pada Rabu (26/9/2018). Kegiatan ini merupakan program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. (Foto/Abadi Selian)
Wakil Bupati Agara, Bukhari, memberikan training kit dan tas bagi peserta pelatihan pengembangan pariwisata di Aula Bappeda setempat pada Rabu (26/9/2018). Kegiatan ini merupakan program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. (Foto/Abadi Selian)

Kutacane (Waspada Aceh) – Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Aceh melaksanakan program pengembangan Daerah Wisata (Darwis) di Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan yang diikuti kelompok wisata ini diharapkan dapat menjadi pemicu pendapatan masyarakat.

Acara pembukaan ini berlangsung di Aula Bappeda di Kutacane, Rabu, (26/9/2018), dihadiri Wakil Bupati Aceh Tenggara, Bukhari, sejumkah SKPK dan lembaga lain serta Kabid Pengembangan Destinasi Wisata. Tarmizi, ST,MT.  Narasumber dihadirkan, baik lokal maupun dari luar derah.

Zulkifli, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Aceh Tenggara dalam laporannya menyampaikan,  kegiatan itu merupakan serangkaian  agenda event Gamifest (Gayo Alas Mountaint Internasional Festival) 2018, yang telah diluncurkan di Takengon beberapa waktu lalu.  Ada empat kegiatan diadakan di Agara, diantaranya adventure, festival leuser dan rafting dan program Daerah Wisata (Darwis).

Dilaporkan juga,  agenda Darwis dengan 500 peserta dari berbagai desa dan kecamatan, berlangsung selama 5 hari. Setiap hari 100 peserta dengan alokasi 2 hari di aula Bappeda dan 3 hari di Ketambe.

Sementara  Tarmizi ST MT selaku  Kabid Pengembangan Destinasi Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menjelaskan, wisata bukan hanya mencari hiburan tetapi juga sebuah konsep untuk mendatangkan uang dengan menganut sistem pariwisata melalui kebersihan dan keramahtamahan. Tentu semua itu dengan memberdayakan sumber daya yang ada serta melibatkan masyarakat sehingga bisa lebih sejahtera dan kelestarian alam akan terjaga.

Wakil Bupati Aceh Tenggara, Bukhari, dalam sambutannya menyatakan bahwa Tuhan tidak akan memberikan lagi tanah kepada masyarakat tetapi manusia dan masyarakat lah yang harus memanfaatkan tanah dan sumber daya yang ada.

“Kondisi hutan yang mencapai 80 persen lebih membuat masyarakat dan Pemerintah Aceh Tenggara  tidak dapat memanfaatkannya untuk mencari rezeki. Namun pemerintah dalam hal ini akan mencoba memberikan alternatif dengan pengembangan sektor lain yakni pariwisata,” kata Wakil Bupati.

Wakil Bupati Aceh Tenggara pada kesempatan itu membuka secara resmi acara yang dananya bersumber dari Doka Aceh tahun 2018 ini. (cas)

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here