Plt Gubernur Pimpin Upacara Hari Agraria Nasional di Aceh

    BERBAGI
    Nova Iriansyah bersama Kakanwil BPN Aceh, Saiful, juga menyematkan tanda jasa Satyalencana Karya Satya dan kenang-kenangan kepada purnabakti yang telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara mulai dari 10 hingga 30 tahun masa pengabdian. (Foto/Ist)
    Nova Iriansyah bersama Kakanwil BPN Aceh, Saiful, juga menyematkan tanda jasa Satyalencana Karya Satya dan kenang-kenangan kepada purnabakti yang telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara mulai dari 10 hingga 30 tahun masa pengabdian. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, memimpin upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional di Kantor Badan Pertanahan Nasional Provinsi Aceh, Senin (24/9/2018).

    Peringatan Hari Agraria Nasional tahun 2018 bertema, “Tanah dan Ruang untuk Keadilan dan Kemakmuran”. Maknanya, tanah dan ruang sebagai satu kesatuan utuh yang dapat memberikan keadilan dan kemakmuran dalam penggunaan, pemanfaatan, pemilikan untuk seluruh masyarakat, pelaku usaha maupun negara.

    Nova Iriansyah membacakan kata sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) Pusat, Sofyan A. Djalil, mengatakan pembangunan ekonomi yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masih terhambat oleh pengaturan persoalan pertanahan yang belum maksimal.

    “Permasalahan dan sengketa pertanahan yang dihadapi, perlu penanganan dan penyelesaian secara komprehensif,” kata Nova. Hal itu dikarenakan banyak kasus sengketa pertanahan yang berlarut-larut dan menyita waktu. “Harapannya tentu dengan terdaftarnya seluruh bidang tanah melalui PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) dapat mencegah terjadinya sengketa di kemudian hari.”

    Kata Nova, pemerintah telah mencanangkan Program Reforma Agraria. Reforma Agraria adalah proses yang berkesinambungan demi kepastian dan perlindungan hukum serta keadilan dalam bidang pertanahan dalam mencapai kemakmuran.

    Reforma Agraria merupakan komitmen pemerintah melalui program legalisasi dan redistribusi tanah seluas 9 juta hektare. Jumlah itu terdiri dari 600 ribu hektare tanah transmigrasi, 3,9 juta hektare tanah legalisasi aset, 400 ribu hektare tanah bekas HGU, dan 4,1 juta hektare tanah pelepasan kawasan hutan. Program tersebut diharapkan selesai pada tahun 2019.

    Selain memimpin upacara dan memberi sambutan, Nova Iriansyah bersama Kakanwil BPN Aceh, Saiful, juga menyematkan tanda jasa Satyalencana Karya Satya dan kenang-kenangan kepada purnabakti yang telah mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara mulai dari 10 hingga 30 tahun masa pengabdian. (ria)

    BERBAGI